BERITA TERKINI
40 Pengrajin Desa Krai Tampilkan Musik Gong dan Gendang di Lapangan Dai Doan Ket Akhir Pekan Ini

40 Pengrajin Desa Krai Tampilkan Musik Gong dan Gendang di Lapangan Dai Doan Ket Akhir Pekan Ini

Sebanyak 40 pengrajin dari Desa Krai, Komune Chu Pah, dijadwalkan tampil dalam program pertunjukan musik gong dan gendang pada akhir pekan ini di Lapangan Dai Doan Ket. Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menghadirkan ruang budaya musik gong serta kesenian tradisional masyarakat setempat.

Dalam pertunjukan itu, para seniman akan membawakan sejumlah repertoar, antara lain pertunjukan gong dengan lagu “Menyambut Tamu”, “Memetik Sayuran Liar”, dan “Merayakan Panen Padi Baru”. Selain itu, ada pertunjukan ansambel alat musik tradisional bertema “Merayakan Kemenangan”.

Program juga akan menampilkan lagu-lagu rakyat Jrai, termasuk “Ơ adơi ơi” (Oh, sayangku) dan “Dăm Brông” (Anak Brông), serta lagu rakyat Bahnar “Gô mẹ tanh brai” (Menunggu Ibu Menenun Kain).

Selain sajian panggung, kegiatan ini turut memfasilitasi pertukaran budaya dan pendampingan bagi wisatawan untuk mempelajari serta merasakan ruang budaya musik gong, mengenal alat musik tradisional, dan menikmati kuliner tradisional masyarakat setempat.

Klub gong Desa Krai didirikan berdasarkan Rencana No. 90 tertanggal 5 November 2025 dari Dinas Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Gia Lai tentang pembangunan klub kegiatan budaya rakyat di wilayah etnis minoritas, pegunungan, dan pemukiman kembali, di bawah Program Target Nasional untuk pembangunan sosial-ekonomi daerah etnis minoritas dan pegunungan di Provinsi Gia Lai tahun 2025. Keikutsertaan dalam Program Gong Akhir Pekan disebut berkontribusi pada pemeliharaan dan peningkatan efektivitas kegiatan klub, sekaligus membuka peluang bagi para pengrajin untuk melestarikan dan mempromosikan identitas budaya tradisional etnis Jrai.

Masih pada bulan Mei, penyelenggara juga menjadwalkan pertunjukan khusus oleh para pengrajin muda dari Desa Dak Po Kao, Komune To Tung, untuk menghibur anak-anak dan memperingati Hari Anak Internasional pada 1 Juni. Program tersebut akan menampilkan 40 pengrajin muda etnis Bahnar, dengan pertunjukan gong seperti “Upacara Doa Hujan”, “Lagu Pengantar Tidur”, “Merayakan Panen Padi Baru”, dan “Ritme Gong Dataran Tinggi Tengah”, serta lagu-lagu rakyat seperti “Mohon Ibu Pergi Berperang” dan “Puji Paman Ho”.

Program “Pertunjukan Gong Akhir Pekan - Nikmati & Rasakan” digelar setiap Sabtu malam. Kegiatan ini bertujuan melestarikan, mempromosikan, dan menampilkan nilai-nilai budaya tradisional khas Provinsi Gia Lai, selaras dengan Rencana No. 78 tertanggal 24 Februari 2026 dari Komite Rakyat Provinsi tentang pelaksanaan Proyek Pelestarian dan Promosi Nilai Warisan Ruang Budaya Gong Provinsi Gia Lai tahun 2026. Program tersebut juga diarahkan untuk melayani masyarakat dan wisatawan selama Tahun Pariwisata Nasional – Gia Lai 2026.

Pekan sebelumnya, pada 23 Mei, tim pengrajin Jrai dari Desa Cho Ma, Komune Ia Pa, turut dijadwalkan menampilkan ansambel musik tradisional seperti tơ rưng, xilofon batu, dan perkusi dengan sejumlah tema, antara lain ansambel “Menabur Benih”, solo “Gadis Mengasah Tongkat Bambu”, ansambel “Kau Secantik Bunga Pơ Lang”, serta pertunjukan “Menyambut Tamu” (gong kuno), lagu Ayong Soach (rap gong), ansambel Kram gong (gong bambu), lagu-lagu rakyat, dan pertukaran tari lingkaran.