Komposer Nguyen Ba Hung memulai proyek musik anak-anak dari sudut pandang seorang ayah yang ingin menghadirkan konten sehat bagi anak di lingkungan digital, alih-alih mengejar jumlah penonton atau tren hiburan jangka pendek.
Ia bercerita, kebiasaan mencari video musik untuk didengar dan ditonton anaknya menjadi titik balik yang mengarahkannya ke musik anak. Dalam proses itu, Nguyen Ba Hung menemukan bahwa di tengah banyak produk berkualitas, masih ada konten yang dinilainya kurang cocok untuk anak kecil.
“Setiap hari saya mencari video musik untuk didengarkan dan ditonton anak saya. Dalam prosesnya, saya menyadari bahwa di samping banyak produk berkualitas, masih ada cukup banyak konten yang sebenarnya tidak cocok untuk anak kecil. Banyak video memiliki gambar yang bergerak terlalu cepat, efek kilatan yang kuat, atau musik yang terlalu intens. Itu membuat saya banyak berpikir,” ujarnya.
Dari kekhawatiran tersebut, ia membentuk proyek musik anak-anak dengan tokoh utama Lim si anak bebek. Hingga kini, proyek itu telah menyelesaikan delapan lagu, antara lain “Bebek Kuning Bangun Tidur”, “Bebek Kecil Menatap Ladang Bunga”, “Bebek Kecil Belajar Berenang”, “Bebek Kecil Bertemu Teman Kura-kura”, rangkaian tiga lagu untuk mempelajari alfabet ABC, serta “Bayi Belajar Not Musik”.
Nguyen Ba Hung menyebut setiap karya dirancang sebagai cerita kecil yang membantu anak mengakses pengetahuan masa kanak-kanak melalui musik. Tema yang diangkat mencakup pengenalan huruf dan not musik, serta pelajaran sederhana tentang persahabatan, alam, dan eksplorasi dunia sekitar, dengan bahasa yang dibuat familier bagi anak-anak.
Pemilihan nama Lim, menurutnya, bukan kebetulan. Ia mengatakan Lim merupakan nama yang sangat Vietnam dan mengingatkan pada pohon yang dikenal karena ketahanan serta vitalitasnya. Nama itu juga dimaksudkan sebagai simbol nilai-nilai positif yang perlu ditanamkan sejak dini. Ia menambahkan bahwa Lim juga nama yang akrab di keluarganya, sehingga karakter Lim si anak bebek menjadi cara untuk mengekspresikan kasih sayang seorang ayah kepada anak-anak.
Berbeda dengan banyak produk hiburan yang menonjolkan konten serba cepat dan rangsangan visual, proyek “Perfect Duckling” memilih pendekatan lebih lembut. Lagu-lagu disusun dengan ritme jelas dan melodi sederhana agar mudah diingat serta dinyanyikan bersama. Harmoni dibuat ceria dan jernih dengan penekanan pada suasana rileks, menyesuaikan kemampuan penerimaan anak usia dini.
Selain aspek audio, Nguyen Ba Hung juga memberi perhatian pada pengalaman visual. Video dibuat dengan meminimalkan efek kilatan kuat, menghindari potongan gambar yang terus-menerus atau gerakan terlalu cepat. Warna dipilih agar harmonis dan menyenangkan, sementara karakter utama dijaga konsisten sepanjang video untuk membangun rasa familiar dan aman bagi penonton muda.
Menurutnya, di era digital, perlindungan anak tidak hanya menyangkut faktor fisik, tetapi juga lingkungan pendengaran dan penglihatan. Dalam produksi, ia menerapkan teknologi AI sebagai alat pendukung. Nguyen Ba Hung menegaskan bahwa seluruh melodi dan lirik tetap ia gubah sendiri, sementara AI membantu proses mixing, perekaman, dan produksi video untuk mempersingkat waktu pengerjaan dan mewujudkan ide secara lebih efisien.
“AI dapat mendukung kreativitas, tetapi tidak dapat menggantikan emosi manusia. Konten, emosi, dan arah pendidikan tetap harus berasal dari para profesional,” tegasnya.
Ia berharap semakin banyak keluarga menemukan pilihan konten yang aman untuk anak-anak. Bagi Nguyen Ba Hung, jika seorang anak dapat tersenyum sekaligus mempelajari huruf, not musik, atau pelajaran kecil tentang persahabatan melalui lagu-lagu tersebut, hal itu sudah menjadi pencapaian berharga.
Melalui saluran YouTube “Duckling with a Perfect Score”, ia juga menargetkan pembangunan ekosistem konten pendidikan jangka panjang untuk anak. Ke depan, ia berencana terus menggubah dan merilis lagu-lagu baru dengan tema pembelajaran, keterampilan hidup, keluarga, alam, olahraga, kebiasaan sehari-hari yang baik, serta pelajaran hidup pada usia dini.
Sebelum menggarap proyek musik anak, Nguyen Ba Hung dikenal lewat karya-karya bertema tentara, tanah air, negara, dan nilai kemanusiaan. Di antaranya rangkaian lagu “Desa di Tepi Sungai”, “Pesan untuk Truong Sa”, “Epik Penjaga Pantai Vietnam”, “Lagu Prajurit Kapal Selam”, “Prajurit Angkatan Udara yang Bangga”, “Guruku”, dan “Berbagi Sedikit Manisnya”. Melalui proyek “The Perfect Score Duckling”, ia melanjutkan pilihannya menggunakan musik sebagai medium untuk menanamkan nilai-nilai positif bagi anak-anak.