Penyanyi Vietnam Sơn Tùng M-TP kembali menarik perhatian publik lewat video musik terbarunya dengan menghadirkan unsur budaya tradisional Vietnam. Salah satu yang menonjol adalah adegan rekonstruksi festival adu banteng di kawasan Bay Nui, Provinsi An Giang.
Dalam struktur visual video tersebut, Sơn Tùng M-TP ditampilkan mengendalikan sepasang lembu yang melaju cepat di lintasan berlumpur. Rekaman berirama cepat, percikan lumpur putih, serta atmosfer kompetitif menjadi sorotan yang membangun efek visual kuat dan memberi kesan berani.
Adegan itu tidak sekadar memperkuat dramatika cerita. Rekonstruksi festival adu banteng Bay Nui juga dipahami sebagai upaya menghadirkan makna pelestarian dan penghormatan terhadap nilai-nilai warisan tak benda dari wilayah sungai di Vietnam Selatan, sekaligus mendekatkannya kepada khalayak global, terutama generasi muda.
Festival adu banteng Bay Nui sendiri telah lama dikenal sebagai daya tarik wisata di An Giang. Ajang ini biasanya berlangsung bertepatan dengan festival Sene Dolta masyarakat Khmer, sekitar akhir Agustus hingga awal September dalam kalender lunar.
Penempatan permainan rakyat Khmer yang ikonik dalam produk musik berorientasi internasional dinilai membuka ruang baru untuk mengangkat vitalitas warisan tersebut di tengah arus mode dan seni kontemporer. Integrasi ini juga disebut memiliki arti penting dalam menghubungkan antargenerasi, sekaligus membangkitkan kebanggaan nasional dan harga diri.
Dari sisi pariwisata, kemunculan festival adu banteng dalam video musik dipandang sebagai cara efektif untuk memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan domestik maupun internasional. Rekonstruksi suasana meriah di wilayah Thất Sơn, yang ditampilkan secara mencolok, berfungsi sebagai undangan visual bagi penonton yang ingin merasakan langsung perayaan tersebut.
Adegan adu banteng dalam video musik itu juga menegaskan bahwa lanskap, produk, dan budaya tradisional Vietnam masih menjadi sumber inspirasi yang luas bagi kreasi artistik. Dengan pengolahan yang hormat dan tepat, warisan daerah dinilai berpotensi tampil sebagai simbol budaya yang kuat di peta hiburan internasional.