Penyanyi Vietnam Son Tung M-TP merilis video musik terbaru berjudul Come My Way pada malam 28 Mei. Video ini menampilkan visual yang menonjol, menghadirkan bintang internasional Tyga, dan disebut-sebut memiliki nilai investasi besar.
Tak lama setelah dirilis, Come My Way menjadi sensasi di media sosial. Namun, karya tersebut juga memantik kontroversi, terutama pada adegan awal ketika Son Tung terlihat berdiri di atas model burung Lac—simbol mitos yang kerap diasosiasikan dengan gendang perunggu Dong Son.
Dalam video musik itu, simbol burung Lac ditempatkan di pusat kota Los Angeles, Amerika Serikat. Tim Son Tung menyatakan bahwa unsur tradisional tersebut dimasukkan untuk mewakili pertukaran dan integrasi internasional.
Di sisi lain, sejumlah penonton di media sosial—termasuk beberapa halaman penggemar—menilai tindakan berdiri di atas burung Lac sebagai bentuk yang menyinggung budaya. Burung Lac dikenal sebagai simbol yang muncul pada gendang perunggu Dong Son berusia ribuan tahun dan kerap dipandang sakral, terkait dengan kehidupan spiritual serta kepercayaan masyarakat Vietnam kuno. Simbol ini juga dianggap merepresentasikan aspirasi kebebasan, hubungan manusia dengan langit dan bumi, serta semangat ketahanan bangsa Vietnam.
Meski demikian, sebagian penonton membela Son Tung. Salah satu komentar menyebut bahwa dalam seni visual, berdiri di atas maskot atau simbol tidak otomatis bermakna menginjak atau tidak menghormati. Mereka menilai penggambaran menunggangi simbol seperti naga, phoenix, atau elang kerap digunakan untuk mengekspresikan aspirasi menaklukkan, membimbing, atau menemani kekuatan budaya, sehingga kasus ini dinilai tidak perlu diperdebatkan berlebihan.
Peneliti budaya rakyat Nguyen Hung Vi, dalam keterangannya kepada Tri Thức - Znews, menilai adegan tersebut sebagai kesalahan kecil yang seharusnya menjadi pelajaran bagi tim Son Tung. Ia menyebut bahwa dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak platform atau tempat duduk yang diukir dengan simbol budaya, tetapi untuk video musik yang menyasar pasar internasional, ia berpendapat Son Tung seharusnya tidak berdiri di atas simbol budaya. Meski perlu dicermati, ia menilai hal itu tidak layak menjadi alasan untuk kecaman berlebihan.
Sementara itu, Profesor Madya Tran Huu Son, Direktur Institut Penelitian Budaya dan Pariwisata Terapan, menyatakan tindakan tersebut bersifat menyinggung. Ia menilai burung Lac merupakan simbol yang dihormati oleh bangsa Vietnam, bahkan dianggap sebagai leluhur atau totem suci oleh sebagian pihak. Menurutnya, tindakan “menginjak” burung Lac dapat berdampak pada penonton muda dan memunculkan pertanyaan tentang pesan yang ingin disampaikan melalui produk musik tersebut.
Ia juga menyinggung bahwa budaya Dong Son merupakan sumber kebanggaan, merujuk pada pameran kekayaan budaya Dong Son yang disebutnya menarik banyak pengunjung. Dalam pandangannya, seniman dengan pengaruh besar memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan patriotisme dan identitas nasional, bukan tindakan yang dinilai tidak menghormati simbol tradisional.
Selain polemik terkait simbol budaya, Come My Way juga menuai perdebatan lain. Video musik ini dikritik karena musiknya dianggap sulit didengarkan, Son Tung dinilai belum memperbaiki beberapa keterbatasan dalam musik serta gaya bernyanyi bahasa Inggrisnya, dan visualnya—meski dinilai berinvestasi besar—dianggap tidak terkait dengan isi lagu.
Di tengah pro dan kontra, video musik tersebut tetap mencatat capaian penonton yang tinggi. Dalam delapan menit setelah rilis, Come My Way mencapai 1 juta penayangan di YouTube. Sekitar 13 jam kemudian, jumlahnya mendekati 9 juta, dan setelah satu hari melampaui 12 juta penayangan. Kata kunci terkait video musik ini juga konsisten muncul dalam tren pencarian dan memicu diskusi luas di berbagai platform media sosial.