Pengajian Ramadan 1447 H yang diselenggarakan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi ditutup pada Ahad (22/2). Penutupan kegiatan dilakukan oleh Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto.
Sejumlah pimpinan turut hadir dalam agenda penutupan, di antaranya Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, jajaran Ketua PP Muhammadiyah seperti Muhadjir Effendy dan dr. Agus Taufiqurrahman, Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, Izzul Muslimin, serta Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah beserta jajaran.
Dalam catatan penutup yang merangkum materi pengajian selama tiga hari, Agung menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki akidah yang lebih dekat dengan Asy’ariyah dengan penguatan teologi fungsional. Ia menekankan pentingnya teosentrisme yang tidak berhenti pada sikap pasif, melainkan aktif dalam kehidupan sosial.
“Teosentrisme yang kita bangun bukan teosentrisme yang pasif, melainkan teosentrisme yang aktif. Di mana nilai-nilai ketuhanan itu mewujud dalam perilaku kemanusiaan,” kata Agung.
Menurutnya, pelayanan yang dilakukan Muhammadiyah merupakan implementasi ketaatan kepada Tuhan. Muhammadiyah, lanjut Agung, menempatkan diri sebagai gerakan wasathiyah untuk menghindari sekularisme maupun spiritualitas yang menjauh dari realitas.
Agung juga menegaskan bahwa salah satu penekanan dalam gerakan Muhammadiyah adalah menerjemahkan tauhid ke dalam aksi sosial. “Inilah yang sering ditekankan dalam gerakan Muhammadiyah, yaitu bagaimana menerjemahkan tauhid ke dalam aksi sosial. Tauhid bukan hanya memurnikan ibadah dari syirik, tapi juga membebaskan manusia dari kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan,” imbuhnya.
Ia menyampaikan, nilai tauhid dijadikan Muhammadiyah sebagai landasan untuk melaksanakan tugas kemanusiaan dan kesemestaan sebaik-baiknya. Karena itu, ia mendorong agar tauhid fungsional menjadi pijakan bagi gerak dan langkah pembaruan Muhammadiyah secara berkesinambungan.
Sementara itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya agenda rutin tersebut. Ia menambahkan, rangkaian kegiatan telah direkam dari awal hingga akhir untuk menangkap dinamika acara secara utuh, yang selanjutnya akan didistribusikan ke seluruh penjuru Muhammadiyah.
Rektor UMY Achmad Nurmandi juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Ia menekankan bahwa Pengajian Ramadan merupakan kegiatan rutin yang telah berlangsung sejak 1986 dan tetap berjalan hingga saat ini.

