BERITA TERKINI
AHY Laporkan Progres Agenda Infrastruktur Nasional dalam Ratas Kabinet yang Dipimpin Presiden Prabowo

AHY Laporkan Progres Agenda Infrastruktur Nasional dalam Ratas Kabinet yang Dipimpin Presiden Prabowo

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melaporkan perkembangan sejumlah agenda strategis nasional di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan dalam rapat terbatas (ratas) Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara daring, Senin (11/5/2026).

Dalam ratas tersebut, AHY menyampaikan progres program prioritas yang disebut sebagai direktif Presiden, dengan fokus pada penguatan konektivitas, ketahanan wilayah, serta pemerataan pembangunan nasional. “Izin melaporkan beberapa hal. Kami juga memohon waktu jika Bapak Presiden berkenan untuk dapat melaporkan secara khusus sejumlah agenda prioritas terkait infrastruktur dan pembangunan kewilayahan,” ujar AHY.

AHY menjelaskan ada lima agenda utama yang terus dikawal Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Agenda pertama adalah penyelamatan dan perlindungan kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) melalui pembangunan Giant Sea Wall, disertai penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. “Pada arahan Bapak Presiden sebelumnya, kami memiliki lima agenda utama. Yang pertama adalah pembangunan Giant Sea Wall. Minggu lalu kami telah melakukan kick off meeting bersama Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa dan berbagai kementerian serta lembaga terkait,” kata AHY.

Ia juga melaporkan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera, antara lain Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pemerintah, menurut AHY, mengawal pembangunan kembali infrastruktur dasar agar masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas. “Kami terus mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar pembangunan kembali infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, sanitasi, irigasi, fasilitas pendidikan, kesehatan, dan perumahan dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Agenda berikutnya yang disampaikan adalah penguatan Gerakan Indonesia ASRI melalui penataan ruang terbuka hijau dan biru, pengelolaan kawasan perkotaan yang lebih sehat, serta peningkatan kualitas lingkungan permukiman dan kawasan wisata. “Gerakan Indonesia ASRI menjadi bagian penting dalam menciptakan kawasan yang lebih tertata, sehat, dan nyaman bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional,” kata AHY.

Di sektor perumahan, AHY menyampaikan perkembangan Program 3 Juta Rumah serta pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD) untuk mendukung hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik. “Kami terus mengawal pengembangan hunian yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal agar masyarakat memiliki akses terhadap tempat tinggal yang layak, terjangkau, dan terkoneksi dengan pusat aktivitas ekonomi,” ujarnya.

AHY turut melaporkan transformasi dan pengembangan jaringan kereta api nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas logistik dan pemerataan pembangunan antarwilayah. “Transformasi dan pengembangan jaringan kereta api nasional menjadi bagian dari visi besar pemerataan pembangunan dan penguatan konektivitas logistik nasional,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, AHY juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan air melalui pembangunan infrastruktur irigasi dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan untuk mendukung swasembada pangan. “Melalui manajemen irigasi dan pembangunan infrastruktur air rumah tangga yang berkelanjutan menjadi pilar utama ketahanan pangan,” ujar AHY.

Menutup laporannya, AHY menyatakan optimisme pemerintah dalam memperkuat pembangunan nasional melalui kerja lintas sektor. “Tantangan ke depan memang tidak ringan, namun dengan kerja keras dan kolaborasi lintas sektoral, kita optimistis infrastruktur nasional akan semakin tangguh dan membawa manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.