BERITA TERKINI
Video Musik “Come My Way” Sơn Tùng M-TP Angkat Identitas Vietnam ke Panggung Pop Global

Video Musik “Come My Way” Sơn Tùng M-TP Angkat Identitas Vietnam ke Panggung Pop Global

Video musik “Come My Way” karya Sơn Tùng M-TP dinilai tidak sekadar menonjolkan aspek musik, visual, atau kolaborasi internasional, melainkan menjadi eksperimen budaya yang menempatkan identitas Vietnam di pusat produk arus utama. Dalam hitungan menit setelah dirilis, video tersebut mencatat capaian penayangan yang tinggi, termasuk 1 juta penayangan dalam 8 menit dan 14 juta penayangan pada pagi 30 Mei.

Di tengah persaingan musik global, pendekatan ini menegaskan bahwa upaya menembus pasar internasional tidak cukup hanya mengandalkan bahasa Inggris, aransemen modern, atau keterlibatan bintang asing. Identitas yang unik justru dipandang sebagai faktor penting ketika karya lokal ingin diterima secara luas.

Dalam “Come My Way”, unsur budaya Vietnam hadir melalui beragam simbol dan lokasi, seperti burung Lac yang bersifat mitologis, topeng Xuan Pha, festival pacuan banteng An Giang, kawasan Trang An, Bai Dinh, serta karya-karya representatif lukisan Vietnam. Elemen-elemen tersebut tidak ditempatkan sebagai hiasan semata, melainkan dirangkai ulang dalam ruang visual kontemporer: burung Lac muncul di pusat kota Los Angeles, topeng Xuan Pha masuk ke estetika pop, Trang An menjadi ruang sinematik, sementara lukisan Vietnam dipertemukan dengan ritme, mode, dan gerak modern.

Pendekatan ini dianggap sejalan dengan gagasan industri budaya, yakni warisan tidak hanya dipertahankan sebagai artefak statis, tetapi dihidupkan kembali dalam konteks kekinian dengan bahasa yang dapat dipahami generasi muda dan publik internasional.

Salah satu sorotan video musik ini adalah kemunculan empat lukisan Vietnam yang berasal dari koleksi Museum Seni Rupa Vietnam. Keempatnya adalah “Mengenang Sore Hari di Vietnam Barat Laut” karya Phan Kế An, “Tanah dan Air” karya Nguyễn Quang Thọ, “Gunung Merah dan Kuda Putih” karya Nguyễn Văn Đa, serta “Jalan Hàng Mắm” karya Bùi Xuân Phái. Kehadiran karya-karya tersebut dinilai membawa lapisan ingatan, estetika, dan jiwa Vietnam ke dalam medium populer.

Melalui cara ini, musik dipandang telah menarik seni keluar dari ruang museum yang kerap sunyi dan membawanya ke arus utama. Penonton muda yang mungkin belum pernah mengunjungi museum atau mengenal para pelukis tersebut berpeluang terdorong untuk mencari tahu, mengidentifikasi, dan menanyakan latar karya yang mereka lihat dalam video musik.

Ketika sebuah video musik mampu memantik minat terhadap seni, warisan, dan ruang budaya Vietnam, dampaknya dinilai melampaui keberhasilan seorang artis. Hal itu dilihat sebagai sinyal positif yang menghubungkan budaya akademis dengan budaya populer. Namun, pada saat yang sama, video musik juga tidak dianggap cukup untuk membentuk kekuatan lunak nasional secara sendirian, dan peran produk hiburan tidak semestinya diabsolutkan hanya demi popularitas jangka pendek.

Album “Come My Way” disebut masih berpotensi memunculkan perdebatan terkait aspek musikal, pengucapan, struktur lagu, maupun daya tarik perpaduan internasionalnya. Meski demikian, perdebatan tersebut dipandang wajar dalam dunia kreatif. Yang menjadi perhatian, Sơn Tùng M-TP dinilai memilih jalur ambisius: menghadirkan identitas Vietnam dalam format global, bukan mengaburkannya.

Dari konteks ini, muncul refleksi yang lebih luas tentang strategi pengembangan industri budaya Vietnam. Vietnam disebut memiliki warisan budaya, seni rupa, musik rakyat, festival, lanskap, sejarah, kota-kota kaya kenangan, serta komunitas budaya yang beragam. Agar nilai-nilai tersebut menjadi kekuatan lunak, diperlukan keterlibatan banyak pihak, termasuk seniman, produser, sutradara, desainer, museum, pemerintah daerah, dan pelaku bisnis.

Pandangan tersebut menekankan bahwa warisan budaya akan benar-benar hidup ketika masuk ke kehidupan baru; seni akan menyebar ketika menemukan lebih banyak jalan untuk menjangkau publik; dan budaya menjadi sumber daya ketika diubah menjadi produk, pengalaman, merek, serta emosi. Dalam kerangka itu, “Come My Way” dipandang sebagai pertanda bahwa identitas bukan beban masa lalu, melainkan keunggulan kompetitif untuk masa depan.

Di tengah banyaknya produk budaya yang serupa, keunikan Vietnam disebut sebagai pembeda yang membuatnya mudah dikenali. Ketika simbol seperti Chim Lac, Xuan Pha, Trang An, serta karya Bùi Xuân Phái dan Phan Kế An hadir dalam musik populer, hal itu dibaca sebagai cara menyampaikan bahwa Vietnam memiliki kisah, keindahan, dan aspirasi sendiri untuk berkontribusi dalam kehidupan kreatif dunia.