Bandung – Industri musik Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya Lomba Nyanyi Nasional bertajuk “Suaramu Jadi Juaranya”. Ajang ini merupakan lomba menyanyi lagu berbahasa Sunda yang digagas TemanHebat Records bersama BelajarMusiks, sekaligus digelar bertepatan dengan rilis mini album “Sosobatan” milik Aisha Kamila.
Pendaftaran lomba dibuka mulai 15 Februari 2026 dan tidak dipungut biaya. Peserta berusia 5–17 tahun dapat mengirimkan video bernyanyi lagu bebas ke nomor 081914577088, serta mengikuti akun Instagram @aishakamilasuperkids dan @lomba.nyanyi. Batas akhir pengiriman ditetapkan pada 30 Maret 2026.
Babak grand final dijadwalkan berlangsung secara langsung melalui Instagram @lomba.nyanyi pada 5 April 2026. Pada tahap ini, para finalis diwajibkan membawakan salah satu lagu dari album “Sosobatan” untuk memperebutkan total hadiah jutaan rupiah serta kesempatan rekaman eksklusif bersama label.
Setelah merilis mini album tersebut, Aisha Kamila juga menyiapkan video klip resmi yang disebut akan memadukan kekayaan budaya Sunda dengan sentuhan modern. Video klip itu dirancang tidak hanya sebagai pelengkap karya musik, tetapi juga sebagai media promosi budaya secara visual.
Aisha, yang akrab disapa Neng Pasundan, menyebut merilis album berbahasa Sunda sebagai kebanggaan besar. Ia menilai bahasa Sunda memiliki estetika yang lembut dan indah, serta tetap bisa dikemas modern tanpa meninggalkan ruh tradisinya. Melalui “Sosobatan”, ia ingin menunjukkan bahwa lagu daerah tetap relevan bagi generasi muda.
Melalui lomba ini, Aisha juga menyampaikan pesan agar generasi muda tidak merasa malu menggunakan bahasa daerah. Ia menekankan bahwa bahasa daerah merupakan kekayaan yang perlu dilestarikan melalui karya. Aisha berharap musik dapat menjadi ruang bersama untuk menjaga budaya Sunda tetap hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi, sekaligus menjadi ajang silaturahmi yang memperkuat akar budaya.
Dukungan terhadap langkah Aisha datang dari ayahnya, Sendi Setia Permadie. Ia mengaku terharu melihat putrinya konsisten membawa identitas Sunda dalam karya-karyanya, terutama di tengah kuatnya pengaruh budaya luar. Menurutnya, keluarga sejak awal menanamkan nilai-nilai Sunda dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui bahasa maupun sikap.
Sementara itu, produser Aisha Kamila sekaligus pemilik TemanHebat Records, Rulli Aryanto, menjelaskan bahwa produksi album “Sosobatan” merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mempromosikan karya lokal. Ia menyebut lomba nyanyi yang digelar menjadi program rutin yang dinilai efektif untuk memperkenalkan artis dan karya kepada masyarakat.
Rulli menilai peran industri musik penting dalam menjaga eksistensi bahasa daerah, terutama di era digital. Ia juga optimistis masyarakat Sunda di berbagai daerah akan memberikan dukungan terhadap ajang tersebut, seraya meyakini musik dapat menjadi langkah nyata untuk mengangkat bahasa Sunda ke jangkauan yang lebih luas.

