BERITA TERKINI
Akademi Musik Nasional Vietnam Cetak Rekor dengan 133 Pemain Pipa dalam Malam Musik Reuni

Akademi Musik Nasional Vietnam Cetak Rekor dengan 133 Pemain Pipa dalam Malam Musik Reuni

Akademi Musik Nasional Vietnam meraih rekor Vietnam setelah menghadirkan 133 seniman pipa (kecapi Tiongkok) dalam sebuah program bertajuk Persatuan Pemuda. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Jurusan Pipa, Fakultas Musik Tradisional, dan mempertemukan pemain dari berbagai daerah serta lintas generasi.

Program Persatuan Pemuda disusun dalam dua bagian. Bagian pertama menitikberatkan pada rasa syukur dan warisan, dengan memperkenalkan karya-karya representatif yang telah teruji oleh waktu melalui berbagai generasi musisi dan seniman. Sementara itu, bagian kedua membuka ruang kreatif yang menonjolkan semangat muda, menghadirkan beragam eksperimen yang disebut telah membuahkan hasil menggembirakan.

Dalam penyelenggaraannya, program ini mengumpulkan 133 seniman pipa dari seluruh Vietnam, termasuk dari Hue, Phu Yen, Da Nang, dan Kota Ho Chi Minh. Sejumlah seniman yang tinggal dan mengajar di luar negeri juga turut ambil bagian. Banyak di antara peserta memiliki keterkaitan langsung dengan Akademi Musik Nasional Vietnam, baik sebagai alumni, pengajar, maupun mereka yang tumbuh dalam lingkungan pelatihan lembaga tersebut.

Pertemuan para pemain pipa dari berbagai generasi itu dipandang sebagai reuni yang bermakna. Acara ini tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya komunitas pemain pipa di Vietnam, tetapi juga memperluas ikatan di antara pihak-pihak yang mencintai dan berupaya melestarikan alat musik tradisional tersebut.

Menurut Dr. Do Quoc Hung, Seniman Rakyat sekaligus Direktur Akademi Musik Nasional Vietnam, tahun 2026 menjadi tonggak penting karena menandai 70 tahun berdirinya Akademi (1956–2026). Ia menyebut, selama lebih dari tujuh dekade, Akademi secara konsisten menegaskan posisinya sebagai lembaga terkemuka serta pusat unggulan untuk pelatihan, penelitian, dan pertunjukan musik profesional di Vietnam.

Dalam rangkaian kegiatan budaya dan seni menyambut peringatan tersebut, Malam Musik Reuni yang digelar Jurusan Pipa disebut tidak sekadar pertunjukan, melainkan sorotan khusus dari seni pipa kontemporer. Acara ini menghubungkan tokoh senior dan seniman veteran dengan dosen muda hingga generasi mahasiswa berikutnya.

Dr. Do Quoc Hung menilai harmoni 133 instrumen pipa yang dimainkan di Aula Konser Agung menjadi simbol keberlanjutan budaya nasional sekaligus penegasan vitalitas musik tradisional Vietnam di tengah arus integrasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para seniman, guru, dan mahasiswa Jurusan Musik Tradisional yang berlatih dengan tekun dan penuh tanggung jawab untuk mewujudkan semangat “persatuan” dalam ruang musik yang menyatukan.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut menegaskan kualitas pelatihan Akademi serta misinya dalam melestarikan dan mempromosikan warisan musik nasional. Bagi Dr. Do Quoc Hung, pencapaian ini bukan semata pengakuan atas jumlah pemain, tetapi juga penghormatan terhadap nilai-nilai artistik yang menjadi dorongan bagi para seniman dan dosen untuk terus berkontribusi mengangkat musik tradisional Vietnam ke tingkat yang lebih tinggi.