BERITA TERKINI
Akses Kendaraan Dibuka di Braga Akhir Pekan, Seniman Nilai Ruang Pejalan Kaki dan Aktivitas Seni Terdampak

Akses Kendaraan Dibuka di Braga Akhir Pekan, Seniman Nilai Ruang Pejalan Kaki dan Aktivitas Seni Terdampak

Dibukanya kembali akses kendaraan bermotor di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung, setiap akhir pekan dinilai berdampak langsung pada aktivitas seniman jalanan dan kenyamanan pejalan kaki. Kondisi ini muncul seiring tidak diberlakukannya kembali program Braga Bebas Kendaraan (Braga Beken) oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung pada Sabtu dan Minggu.

Menurut keterangan di lapangan, pembukaan akses kendaraan dilakukan Dishub dengan mempertimbangkan tingginya intensitas pengunjung, terutama saat libur panjang yang membuat kawasan Braga dipadati wisatawan.

Seniman Braga sekaligus koordinator Braga Weg Art Community, Harlan, mengatakan penutupan jalan saat pelaksanaan Braga Beken sebelumnya memberi ruang yang lebih leluasa bagi seniman maupun wisatawan. Ia menilai ketika kendaraan kembali melintas, ruang pejalan kaki terasa menyempit.

“Kalau jalannya dibuka, trotoarnya jadi sempit karena jalan penuh kendaraan. Kalau ditutup, jalannya kosong, jadi lebih leluasa,” kata Harlan saat ditemui di Jalan Braga, Minggu, 18 Januari 2026.

Harlan menuturkan, situasi tersebut membuat aktivitas melukis di jalan tidak bisa dilakukan secara maksimal. Saat ini, seniman lebih sering mengerjakan live sketch karena membutuhkan ruang yang lebih kecil dibandingkan melukis karya berukuran besar.

“Sekarang paling live sketch saja. Satu gambar biasanya sekitar Rp100 ribu,” ujarnya.

Meski begitu, Harlan menilai minat masyarakat terhadap seni jalanan di Braga masih cukup tinggi. Ia berharap pengelolaan kawasan Braga ke depan dapat lebih memperhatikan fungsi trotoar dan ruang publik.