Jakarta — Penyanyi muda Alala Zahra tengah mempersiapkan produksi video musik resmi untuk single debutnya, “Bundaku Tersayang”. Lagu tersebut dirilis bertepatan dengan Hari Kartini 2026 dan disebut telah mendapat sambutan hangat dari publik.
Saat ini, pengembangan video musik masih berada pada tahap eksplorasi konsep kreatif. Alala bersama tim produksi menjajaki berbagai pendekatan visual agar pesan emosional lagu dapat diterjemahkan dengan kuat dalam format audio-visual.
Dukungan dari sejumlah fashion designer Indonesia juga dilibatkan dalam pengembangan gaya visual, termasuk Lina Kartika yang disebut turut membantu dalam image styling.
Alala menyampaikan antusiasmenya terhadap rencana perilisan video musik tersebut. Ia berharap video itu tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan pesan cinta kepada ibu seperti yang ia rasakan saat menyanyikan lagu itu.
Selain produksi video musik, tim juga menyiapkan strategi promosi nasional. Momentum libur sekolah disebut akan dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan audiens melalui agenda kunjungan radio di sejumlah kota di Pulau Jawa, kunjungan media di Jakarta, serta peluang tampil di berbagai panggung pertunjukan langsung.
Di tengah aktivitas sekolah dan persiapan promosi, Alala juga mulai aktif menulis karya baru. Ia menuangkan ide lirik yang dekat dengan kehidupan remaja, merekam voice memo berisi inspirasi spontan, hingga mengeksplorasi melodi di home studio production. Proses kreatif ini didampingi oleh Edward Faisal selaku produser musik.
Edward menilai Alala memiliki kedisiplinan dan rasa ingin tahu yang kuat dalam bermusik. Ia juga menyebut, untuk usia 13 tahun, Alala dinilai memiliki sensitivitas terhadap melodi, lirik, dan storytelling yang dapat menjadi modal kreatif untuk perjalanan jangka panjangnya.
Dukungan keluarga disebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Alala. Ayahnya, Okii Syarif, yang juga executive producer dari Chakiiyama Production, menegaskan prioritas utama adalah memastikan Alala tetap bertumbuh sehat, bahagia, dan berpendidikan. Ia menyatakan keluarga ingin prosesnya berjalan bertahap dan tidak terburu-buru.
Sementara itu, sang ibu sekaligus executive producer, Icha Anwar, mengatakan “Bundaku Tersayang” memiliki makna emosional yang personal. Ia mengaku kerap tersentuh saat mendengar Alala menyanyikan lagu tersebut dan merasakan lagu itu seperti percakapan hati antara anak dan ibunya.
Dengan citra remaja berhijab yang positif, karya yang family-friendly, serta karakter musikal yang hangat, Alala disebut mulai menarik perhatian di industri musik Indonesia.