Tanggal 26 Desember dikenal di banyak negara sebagai Boxing Day. Ini bukan merujuk pada olahraga tinju, melainkan tradisi membereskan kotak-kotak (boxes) sisa kado Natal.
Di momen seperti ini, pemilik kucing kerap mendapati pemandangan yang terasa janggal: mainan baru atau kasur empuk yang dibelikan justru diabaikan, sementara kardus kemasannya menjadi tempat favorit. Namun, perilaku tersebut bukan hal aneh. Sejumlah penjelasan biologis menunjukkan kardus dapat memenuhi kebutuhan instingtif kucing.
Ahli biologi hewan dari University of Utrecht menjelaskan bahwa kardus setidaknya memenuhi tiga kebutuhan dasar kucing, mulai dari rasa aman hingga kenyamanan fisik.
Pertama, kardus berfungsi sebagai zona anti-stres. Kucing dikenal mudah mengalami stres. Dalam penelitian di penampungan hewan, kucing yang diberi kotak kardus dilaporkan memiliki tingkat stres lebih rendah dan beradaptasi lebih cepat dibanding kucing yang tidak memiliki kotak. Ruang sempit dan tertutup dipersepsikan sebagai “benteng” yang membuat kucing merasa terlindungi, termasuk karena mereka tidak mudah diserang dari belakang.
Kedua, kardus mendukung insting predator penyergap. Meski tampak jinak dan menggemaskan, kucing pada dasarnya adalah predator. Di alam, kucing berburu dengan cara mengintai dan menyergap. Kardus memberi tempat persembunyian yang ideal untuk mengamati sekitar dan melakukan “serangan” mendadak, termasuk saat mereka bermain.
Ketiga, kardus membantu menjaga suhu tubuh. Suhu tubuh normal kucing lebih tinggi dibanding manusia, sekitar 37°C hingga 39°C, sehingga mereka cenderung menyukai tempat hangat. Karton merupakan isolator panas yang baik. Selain itu, ruang sempit di dalam kardus membuat kucing meringkuk, yang membantu mempertahankan panas tubuh agar tidak cepat hilang ke udara. Dengan kata lain, kardus dapat terasa seperti selimut hangat bagi kucing.
Dengan tiga fungsi tersebut, tumpukan kardus sisa kado yang biasanya langsung dibuang justru bisa menjadi tempat yang membuat kucing merasa aman, nyaman, dan lebih tenang—setidaknya untuk sementara waktu.

