BERITA TERKINI
Album Pentatonik “Nâng niu” Diluncurkan di Hanoi, Angkat Lagu Anak Bertema Cinta dan Syukur

Album Pentatonik “Nâng niu” Diluncurkan di Hanoi, Angkat Lagu Anak Bertema Cinta dan Syukur

Sebuah tim musisi memperkenalkan album Vol. 2 bertajuk Nâng niu (Menghargai) dalam acara peluncuran produk di Hanoi. Album berisi 15 lagu yang dibangun dengan tangga nada pentatonik dan terinspirasi dari filosofi pendidikan Waldorf-Steiner. Karya-karya tersebut ditujukan bagi anak-anak dan keluarga, dengan tema cinta, rasa syukur, serta hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Tim penulis lagu yang terdiri dari penyanyi sekaligus konduktor paduan suara Ha Ny serta seorang pemegang gelar master dan dosen piano di Akademi Musik Nasional Vietnam menjelaskan pemilihan tangga nada pentatonik dilakukan karena dinilai mampu menghadirkan kesan harmonis, tenang, dan intim. Sejumlah lagu juga dibangun di sekitar nada A, yang menurut mereka dapat membangkitkan rasa relaksasi dan kedamaian bagi pendengar.

Selain itu, tim berharap melodi yang jernih dan lirik sederhana dapat mendekatkan esensi musik rakyat tradisional ke kehidupan modern. Komposisi dalam album ini menggunakan citra masa kanak-kanak yang akrab—seperti keluarga, alam, dan kegembiraan sehari-hari—untuk membentuk suasana musik yang lembut.

Menurut tim produksi, proyek ini juga berangkat dari perhatian terhadap lingkungan teknologi yang dinilai memengaruhi emosi dan rutinitas harian anak. Mereka menargetkan agar anak-anak dapat mendekati seni dengan tempo yang lebih lambat melalui musik yang ritmenya lembut dan liriknya ringkas, sehingga mudah didengarkan serta diingat.

Tim tersebut menekankan bahwa tahun-tahun awal kehidupan merupakan periode ketika anak sensitif terhadap suara dan lingkungan. Karena itu, pemilihan musik yang tepat diyakini dapat memberi pengaruh positif pada persepsi, emosi, dan perkembangan mental anak.

Bersamaan dengan peluncuran album, tim juga memperkenalkan buku berjudul Seribu Cinta untuk Anakku - Lagu-lagu Pentatonik yang Menemani Anakku Saat Mereka Tumbuh Dewasa!. Publikasi ini menghimpun lagu-lagu dari album Vol. 1 dan Vol. 2, sekaligus memuat penjelasan mengenai makna setiap lagu.

Buku tersebut menonjolkan ilustrasi buatan tangan menggunakan cat air serta teks tulisan tangan. Puluhan ilustrasi dikerjakan selama beberapa bulan untuk membangun nuansa lembut dan intim di tiap halaman. Proses pencetakannya pun disebut melibatkan banyak langkah manual demi menjaga ketelitian kualitas.

Para pencipta menyebut buku ini ditujukan sebagai rujukan bagi orang tua dalam memilih materi musik yang sesuai bagi anak usia dini. Kombinasi musik, gambar, dan cerita pendek diharapkan membantu anak mengapresiasi seni secara lebih alami.

Dalam rangkaian acara yang sama, diperkenalkan pula paduan suara “Thanh La” sebagai wadah seni bagi lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang gemar bernyanyi. Paduan suara ini memprioritaskan komposisi meditatif serta lagu-lagu yang membawa pesan cinta dan rasa syukur.

Nama “Thanh La” dikaitkan dengan makna nada A dalam sejumlah kajian musik kuno yang disebut melambangkan keseimbangan dan harmoni. Para pendirinya juga menyebut nada tersebut lazim digunakan untuk menyetel banyak alat musik, sehingga dipandang merepresentasikan keterhubungan antarmanusia melalui musik.

Tim menyampaikan proyek ini lahir dari keinginan menghadirkan lebih banyak produk musik yang dinilai sesuai bagi anak usia dini. Sejumlah lagu, menurut mereka, terinspirasi dari kenangan masa kecil, perasaan keluarga, dan kesederhanaan dalam hidup.