BERITA TERKINI
Ambon Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Jejaring UNESCO City of Music

Ambon Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Jejaring UNESCO City of Music

Ambon memanfaatkan statusnya sebagai UNESCO City of Music untuk memperluas diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional. Melalui jejaring kota kreatif dunia, musik diposisikan bukan hanya sebagai ekspresi seni, tetapi juga sebagai bagian dari strategi membangun hubungan lintas negara dan memperkuat identitas lokal di panggung global.

Focal Point Ambon UNESCO City of Music, Ronny Loppies, menegaskan bahwa musik di Ambon tidak semata dipandang sebagai hiburan atau kualitas vokal. Menurutnya, musik juga menjadi alat perdamaian sekaligus penggerak ekonomi. Ia menyebut pendekatan budaya yang inovatif memungkinkan perbedaan menjadi unsur pemersatu yang menyentuh sisi kemanusiaan universal.

Pembahasan mengenai peran musik Ambon dalam jejaring global ini turut mengemuka dalam Siaran Suara Budaya Nusantara, kolaborasi RRI Jakarta dan RRI Ambon pada 13 Mei 2026. Dalam diskusi tersebut, dijelaskan bahwa koneksi Ambon dengan sekitar 350 kota kreatif di berbagai negara menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas kolaborasi dan pertukaran kreatif.

Program ekspor musisi ke sejumlah negara, termasuk Korea Selatan dan Amerika Serikat, disebut sebagai bukti bahwa kurikulum musik tradisional memiliki daya saing di pasar global. Upaya ini juga menunjukkan bagaimana penguatan pendidikan dan tradisi musik lokal dapat dibawa ke ruang-ruang internasional melalui kerja sama dan jejaring kreatif.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah “Sound of Green”. Program ini disebut berkontribusi membawa Ambon meraih predikat excellent dalam evaluasi UNESCO tahun 2025, karena dinilai berhasil mengintegrasikan seni dengan isu lingkungan. Inisiatif tersebut memperlihatkan cara Ambon mengaitkan musik dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), sehingga dampaknya dipahami tidak berhenti pada pertunjukan.

Ke depan, tantangan yang disorot adalah menjaga agar budaya lokal tetap relevan secara global tanpa kehilangan jati diri. Dengan mempertahankan ekosistem kreatif yang konsisten, Ambon berupaya memperkokoh perannya sebagai duta budaya, sekaligus menegaskan musik sebagai bahasa universal yang dapat berkontribusi pada berbagai isu bersama.