BERITA TERKINI
Kementerian UMKM Dorong Industri Musik Libatkan Produk dan Jasa Pelaku Usaha Lokal

Kementerian UMKM Dorong Industri Musik Libatkan Produk dan Jasa Pelaku Usaha Lokal

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengajak industri musik untuk melibatkan produk serta jasa pelaku usaha kecil di daerah, mulai dari penyediaan bahan baku hingga perlengkapan pendukung alat musik. Langkah ini dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperluas peran UMKM dalam rantai pasok industri kreatif.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM, Tina Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa potensi ekonomi dapat ikut tumbuh dari keberadaan sekolah musik sebagai bagian dari industri musik. Menurutnya, sekolah musik tidak hanya mencetak musisi dan seniman baru, tetapi juga berpeluang menciptakan lapangan kerja dan kesempatan usaha bagi pelaku UMKM.

Ia mencontohkan pembentukan ekosistem yang melibatkan pemilik sekolah musik, musisi, pelaku usaha, dan UMKM. Salah satunya melalui keterlibatan perajin daerah dalam penyediaan bahan baku atau komponen alat musik, seperti kayu untuk gitar maupun bagian pendukung lainnya.

Tina juga menilai peluang keterlibatan industri dan perajin lokal tetap terbuka meski sejumlah alat musik, seperti piano, masih banyak diimpor dari negara lain. Ia menekankan bahwa tidak semua komponen harus berasal dari luar negeri, sehingga perajin Indonesia bisa diajak memproduksi berbagai bagian atau material pendukung.

Ia optimistis Indonesia memiliki banyak perajin berkualitas yang dapat dikembangkan untuk mendukung industri musik nasional dan memperkuat ekonomi kreatif.

Sementara itu, Kepala Sekolah Dialogue Music School, Mouritz Kansil, menyebut kehadiran sekolah musik di Tangerang, Banten, menjadi salah satu contoh pengembangan UMKM di sektor ekonomi kreatif. Usaha tersebut menggabungkan pendidikan musik dan penjualan alat musik dalam satu lokasi, yang dinilai tidak hanya menciptakan peluang bisnis baru tetapi juga membuka lapangan kerja bagi musisi dan tenaga pengajar.

Menurut Mouritz, sekolah musik dapat menjadi ruang produktif bagi musisi untuk tetap berkarya dan memperoleh penghasilan, terutama ketika aktivitas pertunjukan atau tur sedang tidak berlangsung. Selain layanan pendidikan, usahanya juga menghadirkan toko musik yang bekerja sama dengan distributor alat musik nasional untuk menyediakan kebutuhan instrumen bagi masyarakat.

Ia berharap kehadiran toko tersebut dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap alat musik berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem industri musik di daerah. Saat ini, Dialogue Music School memiliki sekitar 20 tenaga pengajar dan lebih dari 50 siswa aktif. Ke depan, mereka menargetkan kapasitas hingga 300 siswa serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pelaku industri musik, termasuk musisi profesional dan produsen alat musik.

Mouritz menyatakan sektor musik tidak hanya berperan sebagai sarana hiburan, tetapi juga memiliki potensi sebagai penggerak UMKM, pencipta lapangan kerja, dan penguat ekonomi kreatif nasional.