BENGKALIS — Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Febriza Luwu, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana, event tahunan yang digagas dan dilaksanakan Rumah Budaya Kacip Tembaga.
Febriza menegaskan dukungan itu sebagai komitmen untuk menjaga, merawat, dan mengangkat jati diri budaya Melayu di Kabupaten Bengkalis. Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang strategis untuk pelestarian nilai-nilai budaya lokal yang tumbuh di tengah masyarakat.
“Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana memiliki kekuatan narasi sejarah, seni, dan identitas lokal. Ini bukan hanya milik satu komunitas, tapi milik masyarakat Kabupaten Bengkalis secara luas,” ujar Febriza yang akrab disapa Ibu Icha, Selasa (20/01/2026). Ia merupakan legislator Bengkalis dari daerah pemilihan Kecamatan Bukit Batu, Siak Kecil, dan Bandar Laksamana, serta menjabat Ketua Dewan Pembina Rumah Budaya Kacip Tembaga.
Menurutnya, Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana sudah layak ditetapkan sebagai ikon budaya daerah Kabupaten Bengkalis. Ia juga menyatakan dukungan tersebut tidak berhenti pada pernyataan moral, melainkan akan diperjuangkan melalui pokok-pokok pikirannya (Pokir) di DPRD agar kegiatan ini dapat dianggarkan secara berkelanjutan dalam APBD Kabupaten Bengkalis, sekaligus masuk secara resmi dalam kalender budaya daerah.
Langkah itu dinilai penting agar pelaksanaan event budaya tidak bergantung pada swadaya semata, melainkan memperoleh dukungan pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga warisan budaya.
Selain mendukung event tahunan tersebut, Febriza juga menyatakan dukungan terhadap pengukuhan Desa Sejangat sebagai Kampung Seni dan Budaya. Pengukuhan itu diinisiasi Rumah Budaya Kacip Tembaga untuk menjadikan desa sebagai pusat aktivitas seni, budaya, dan tradisi masyarakat.
Ia menilai Desa Sejangat memiliki potensi kuat sebagai ruang hidup budaya Melayu yang masih terjaga, mulai dari seni pertunjukan, sastra lisan, hingga tradisi adat yang diwariskan turun-temurun. “Desa Sejangat sangat layak menjadi Kampung Seni dan Budaya. Bahkan, saya mendukung penuh agar desa ini ditetapkan sebagai tuan rumah tetap pelaksanaan Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana setiap tahunnya,” tegasnya.
Febriza menambahkan, penetapan tuan rumah tetap akan memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku seni untuk melakukan pembinaan berkelanjutan, sekaligus mendorong perputaran ekonomi kreatif berbasis budaya di tingkat desa.
Dukungan dari DPRD ini disambut positif oleh Rumah Budaya Kacip Tembaga dan para pelaku seni. Ketua Umum Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning, Erwin Syah Putra, berharap Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana ke depan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan budaya lokal Bengkalis hingga dikenal di tingkat regional dan nasional.

