Amerika Serikat menarik armada jet tempur F-35 yang semula dijadwalkan terlibat dalam latihan NATO “Cold Response 2026” pada Maret mendatang di Norwegia utara. Pesawat tempur generasi kelima itu dialihkan ke Timur Tengah, di sekitar Iran.
Laporan ini disampaikan media Norwegia, Fremover, yang mengutip keterangan Angkatan Bersenjata Norwegia. Letnan Kolonel Espen Solemdal mengatakan pasukan AS, termasuk F-35, telah dipindahkan ke wilayah lain. “Ini melibatkan sekitar 100-150 personel militer yang tidak akan tiba di Norwegia,” ujarnya.
Latihan Cold Response direncanakan menghimpun ribuan personel militer di Norwegia dan kawasan Eropa Utara. Namun, kelompok utama F-35 milik AS dipastikan tidak akan ambil bagian dalam latihan kali ini.
Keputusan tersebut dikaitkan dengan peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah di tengah kemungkinan eskalasi konflik dengan Iran. Analis militer Norwegia Per Erik Solli menilai operasi tempur kerap diprioritaskan dibanding pelatihan, dan keputusan semacam ini bukan hal yang tidak biasa bagi Washington.
Disebutkan pula bahwa pada tahun lalu AS meninjau partisipasinya dalam sejumlah agenda internasional, seiring fokus penempatan pasukan di Timur Tengah.
Meski tanpa kehadiran F-35 AS, latihan NATO “Cold Response 2026” tetap akan digelar sesuai rencana dengan melibatkan unit-unit lain. Namun, absennya pesawat tersebut dinilai akan memengaruhi program pelatihan, terutama bagi unit pertahanan udara yang kehilangan delapan target udara untuk latihan.
Latihan Cold Response 2026 dipimpin Markas Besar Norwegia-Amerika di Reitan, dekat Kota Bodo. Sekitar 25.000 personel militer dijadwalkan berpartisipasi, dengan sekitar 11.800 personel berlatih di wilayah Norwegia, sementara sisanya berlatih di laut, di udara, dan di Finlandia.
Manuver ini akan diikuti pasukan dari 14 negara, yaitu Norwegia, Inggris Raya, Jerman, Belanda, Prancis, Italia, Kanada, Spanyol, Turki, Swedia, Finlandia, Denmark, Belgia, serta unit NATO.

