Seniman Rakyat Giang Manh Ha—Wakil Presiden Asosiasi Seniman Panggung Vietnam sekaligus Presiden Asosiasi Sastra dan Seni Provinsi Dong Nai—menyatakan asosiasi yang dipimpinnya telah proaktif menjalankan berbagai kegiatan budaya dan seni yang terkait dengan tugas-tugas politik serta peringatan hari besar di tingkat lokal. Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut membuat budaya dan seni di Dong Nai semakin “menyentuh” berbagai lapisan masyarakat, terutama generasi muda.
Dalam suasana menjelang Kongres Nasional Partai ke-14, Giang Manh Ha menilai kongres tersebut memiliki makna khusus karena membuka era baru dengan visi dan aspirasi baru, serta tekad politik untuk membangun negara yang kuat, makmur, dan membawa kebahagiaan bagi rakyat. Ia menegaskan para seniman dan penulis di Dong Nai tidak bisa berada di luar arus tersebut. Baginya, seni dan budaya harus menyertai bangsa, menghadirkan napas kehidupan serta semangat kongres dalam karya dan program seni yang melayani tujuan politik dan masyarakat. Ia menyebut hal itu bukan hanya tanggung jawab, tetapi juga kehormatan pada periode sejarah baru.
Terkait langkah konkret, ia menyampaikan bahwa setelah penggabungan unit administrasi, ruang kreatif di Dong Nai menjadi lebih luas, memberi peluang skala kegiatan yang lebih besar. Asosiasi, kata dia, menerbitkan artikel-artikel unggulan di Majalah Sastra dan Seni Dong Nai serta di situs web asosiasi untuk menyebarkan patriotisme dan menginspirasi aspirasi membangun bangsa yang kuat dan makmur.
Selain itu, asosiasi menyelenggarakan lokakarya kreatif yang berfokus pada daerah minoritas etnis dan wilayah perbatasan, serta menggelar program musik, tari, dan teater dalam rangka peringatan hari besar nasional dan provinsi. Ia juga menyebut program perayaan Hari Raya dan Festival Musim Semi 2026 akan menghadirkan sejumlah terobosan, antara lain pameran foto, penerbitan publikasi unggulan, partisipasi dalam Festival Pers Musim Semi, serta pementasan drama teladan untuk masyarakat.
Giang Manh Ha turut menyoroti Resolusi No. 80-NQ/TW tentang pengembangan budaya Vietnam yang ditandatangani Sekretaris Jenderal To Lam pada 7 Januari 2026 atas nama Politbiro. Ia menilai resolusi tersebut sebagai landasan politik dan hukum yang penting serta menjadi prinsip panduan yang menciptakan kondisi lebih menguntungkan bagi seniman dan penulis untuk berkarya dan berkontribusi. Ia menekankan pandangan bahwa pembangunan budaya harus berjalan seiring dengan politik, ekonomi, dan masyarakat, serta dikembangkan selaras dengan sejarah budaya bangsa dan posisi negara di era baru.
Menurutnya, budaya berorientasi pada manusia dan harus mencerminkan akar serta identitas bangsa. Ia menilai budaya dan seni perlu menjangkau masyarakat, memberi dampak langsung, dan menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan, kuat, serta menghadirkan kebahagiaan sejati bagi rakyat.
Dalam hal kolaborasi lintas daerah, ia menyebut selama bertahun-tahun telah terjalin kerja sama erat antara seniman Dong Nai dan Kota Ho Chi Minh, serta dengan seniman dan tokoh terkemuka dari berbagai wilayah untuk tampil di Dong Nai dan melayani masyarakat. Meski pendanaan terbatas, ia menyatakan pihaknya memprioritaskan pemilihan seniman berbakat agar setiap program menjadi produk bernilai dan selaras dengan perkembangan industri budaya. Dalam pandangannya, seniman adalah pencipta, sementara masyarakat merupakan penerima manfaat.
Ia juga menilai penyelenggaraan kegiatan budaya dan seni di sekolah serta unit angkatan bersenjata mendapatkan sambutan meriah dan antusias. Ia menggambarkan adanya interaksi kuat antara seniman, karya, dan penonton, dengan efek berantai yang luas. Ia mencontohkan pertunjukan yang menggambarkan citra Presiden Ho Chi Minh, para martir heroik, dan tentara revolusioner—seperti “Para Pejuang Abadi” dan “Dang Thuy Tram”—yang dinilainya memberi dampak mendalam pada kesadaran, pemikiran, dan perasaan generasi muda. Ia menyebut pendekatan ini sebagai cara mentransformasikan kebijakan dan pedoman Partai melalui bahasa seni secara alami dan berkelanjutan.
Giang Manh Ha mengungkapkan bahwa pada 2025, Asosiasi Sastra dan Seni Provinsi Dong Nai menyumbangkan lebih dari 3.800 publikasi kepada Wilayah Angkatan Laut ke-2 untuk didistribusikan ke pulau-pulau garis depan dan platform lepas pantai. Ia menambahkan, pada 2026 asosiasi akan melanjutkan sumbangan publikasi sastra dan seni guna membantu melengkapi sumber bacaan, penelitian, dan hiburan bagi perwira serta prajurit di wilayah garis depan.
Dalam konteks integrasi, ia menilai kebutuhan hiburan budaya dan seni masyarakat Dong Nai sangat tinggi, beragam, dan semakin modern. Karena itu, ia mendorong seniman untuk berinovasi dalam cara berpikir, menerapkan teknologi digital, berkreasi dengan berani, dan melangkah lebih jauh agar lebih dekat dengan kawasan dan dunia.
Untuk mewujudkan aspirasi pengembangan industri budaya di Dong Nai, ia menyatakan para seniman dan penulis ingin mendedikasikan upaya, kecerdasan, dan bakat bagi tanah air dan negara. Namun, ia menekankan perlunya ruang kerja dan ruang berekspresi yang lebih layak dan lebih besar, termasuk tempat bagi masyarakat untuk berkumpul menikmati dan mengapresiasi karya seni serta sastra. Ia juga menyoroti kebutuhan ruang promosi karya ketika Bandara Internasional Long Thanh mulai beroperasi, mengingat jutaan pengunjung internasional diperkirakan datang ke Dong Nai dan perlu merasakan semangat Vietnam serta identitas tradisional unik masyarakat Dong Nai.
Menutup pernyataannya, Giang Manh Ha berharap setiap seniman dan penulis di Dong Nai menjaga integritas politik, cinta tanah air dan negara, serta kemauan berkontribusi. Ia menegaskan setiap karya bukan hanya hasil kerja artistik, melainkan juga cerminan tanggung jawab kepada masyarakat. Menurutnya, ketika seni dan budaya selaras dengan denyut kehidupan dan secara jujur serta manusiawi mencerminkan perubahan di negara dan Dong Nai pada era baru, maka akan muncul efek berkelanjutan yang turut memperkuat pembangunan budaya Vietnam yang maju dan kaya identitas nasional sebagaimana ditegaskan dalam Resolusi No. 80-NQ/TW.

