Asus memperkenalkan motherboard ROG Crosshair X870E Glacial dengan fitur yang ditujukan untuk mengurangi kendala saat merakit PC baru, khususnya ketika memasang Windows 11. Motherboard ini membawa driver Wi-Fi yang terintegrasi langsung pada papan, sehingga pengguna tidak perlu lagi mencari dan memasang driver secara manual pada tahap awal instalasi.
Dalam beberapa waktu terakhir, proses instalasi Windows 11 kerap dikeluhkan pengguna karena kebutuhan koneksi internet sejak awal. Sistem operasi tersebut semakin membatasi pembuatan akun lokal tanpa tersambung ke jaringan, sehingga pengguna sering kali harus menghubungkan PC ke Wi-Fi di tahap awal pemasangan.
Masalah muncul ketika driver Wi-Fi belum tersedia di perangkat yang baru dirakit. Tanpa driver, koneksi nirkabel tidak dapat digunakan, dan pengguna terpaksa mencari driver secara manual—sering kali melalui USB drive atau dengan memanfaatkan pintasan keyboard yang dianggap tidak praktis.
Situasi semacam ini bukan hal baru. Sejumlah motherboard sebelumnya dilaporkan dapat menimbulkan kebingungan karena penggunaan modul Wi-Fi yang berbeda tanpa penanda yang jelas. Salah satu contoh yang disebutkan adalah Asus TUF Gaming B860M-Plus WiFi, yang diketahui memakai tiga modul Wi-Fi berbeda, sehingga pengguna harus mencoba beberapa paket driver hingga menemukan yang cocok. Kasus serupa juga dilaporkan terjadi pada beberapa motherboard Gigabyte.
Dengan driver Wi-Fi yang sudah tertanam pada ROG Crosshair X870E Glacial, instalasi Windows 11 disebut dapat berjalan lebih mulus. Driver tersebut dapat aktif otomatis saat proses instalasi, sehingga pengguna tidak perlu bergantung pada koneksi internet di awal hanya untuk mengunduh driver jaringan.
Meski demikian, pendekatan ini tidak sepenuhnya menghapus seluruh persoalan terkait driver. Umumnya, instalasi driver otomatis baru terjadi setelah Windows terpasang sepenuhnya dan masih bergantung pada ketersediaan driver terbaru di server vendor, serta tetap memerlukan koneksi internet pada tahap tertentu.
Integrasi driver ke memori onboard motherboard dinilai sebagai salah satu solusi paling efektif untuk mengatasi hambatan di fase awal instalasi. Namun, langkah tersebut berpotensi menambah biaya produksi, baik dari sisi material maupun waktu perakitan. Konsekuensinya, fitur serupa diperkirakan lebih sulit ditemukan pada motherboard kelas menengah atau segmen anggaran.
Di sisi lain, dengan perkiraan harga DRAM yang masih tinggi setidaknya selama setahun ke depan, Asus dan produsen lain disebut dapat mempertimbangkan fitur semacam ini sebagai nilai tambah pada produk motherboard baru. Inovasi tersebut diharapkan dapat membuat proses perakitan PC—yang kerap kompleks—menjadi sedikit lebih sederhana bagi pengguna.

