BERITA TERKINI
BAKOM Tegaskan Lawatan Prabowo Akhir Mei 2026 Hanya ke Prancis

BAKOM Tegaskan Lawatan Prabowo Akhir Mei 2026 Hanya ke Prancis

Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM) mengklarifikasi spekulasi yang beredar mengenai rangkaian kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto pada pekan terakhir Mei 2026. BAKOM menegaskan, sejak awal agenda resmi yang diumumkan pemerintah hanya mencakup kunjungan kenegaraan ke Prancis, tanpa mencantumkan negara lain.

Kepala BAKOM Muhammad Qodari menyampaikan klarifikasi itu di tengah isu yang menyebut Presiden Prabowo memiliki agenda tambahan ke sejumlah negara Eropa. Menurut Qodari, pemerintah hanya mengumumkan satu agenda resmi, yaitu kunjungan kenegaraan ke Prancis pada 27–29 Mei 2026.

“Agenda resmi kunjungan luar negeri Presiden pekan ini hanya ke Prancis,” kata Qodari. Ia menegaskan informasi resmi pemerintah tidak pernah menyebut adanya kunjungan Presiden ke negara lain dalam rangkaian lawatan tersebut.

Qodari juga menanggapi isu yang menyebut Presiden Prabowo akan mengunjungi Italia. Ia menyatakan pemerintah tidak pernah mengeluarkan pengumuman resmi mengenai rencana tersebut.

Ia menjelaskan, dalam praktik diplomasi internasional, berbagai opsi agenda dapat muncul selama proses persiapan. Namun, suatu agenda baru dapat dianggap resmi apabila telah diumumkan pemerintah kepada publik. “Kalau ada rencana lain, itu masih sebatas rencana. Yang resmi adalah yang diumumkan pemerintah,” ujar Qodari.

Klarifikasi BAKOM disampaikan setelah sejumlah laporan dan diskusi publik mengaitkan perjalanan Presiden Prabowo dengan kemungkinan agenda tambahan di beberapa negara Eropa. Namun hingga kunjungan berakhir, seluruh agenda resmi yang dijalankan Presiden berlangsung di Prancis.

Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Presiden, Presiden Prabowo mengakhiri kunjungan kenegaraan di Paris pada 29 Mei dan bertolak kembali ke Jakarta dari Bandara Orly setelah menyelesaikan seluruh agenda resmi bersama pemerintah Prancis.

Selama berada di Paris, Presiden Prabowo menjalani rangkaian kegiatan diplomatik yang berfokus pada penguatan hubungan bilateral Indonesia–Prancis. Agenda utama kunjungan tersebut adalah pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée setelah upacara penyambutan kenegaraan di kompleks Les Invalides.

Selain pertemuan bilateral, Presiden Prabowo menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan Presiden Macron sebagai bagian dari rangkaian kunjungan resmi. Di sela agenda kenegaraan, Presiden Prabowo juga melaksanakan Salat Iduladha bersama warga negara Indonesia dan diaspora Indonesia di Paris.

Menurut BAKOM, fokus utama lawatan itu adalah memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Prancis di berbagai sektor, mulai dari pertahanan hingga pengembangan sumber daya manusia. Pemerintah juga menyoroti peluang kerja sama di bidang energi, mineral kritis, pendidikan, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam keterangan terpisah, pemerintah menyebut kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan komersial baru bernilai miliaran dolar Amerika Serikat yang mencakup sektor energi, perdagangan, dan pertahanan.

BAKOM menilai informasi mengenai kemungkinan kunjungan ke negara lain perlu diluruskan agar publik memperoleh gambaran yang akurat tentang agenda resmi kepala negara. Lembaga itu juga mengingatkan masyarakat untuk merujuk pada informasi resmi pemerintah dalam mengikuti perkembangan agenda kenegaraan Presiden.

Dengan berakhirnya kunjungan di Paris dan kepulangan Presiden ke Jakarta pada 30 Mei, pemerintah menegaskan lawatan ke Prancis merupakan satu-satunya agenda resmi luar negeri Presiden Prabowo pada pekan tersebut.