Penyelenggara program di Vietnam, VIETART, mengumumkan pada 19 Januari bahwa pertunjukan balet “Si Merak” akan dibawa ke Vietnam. Menjelang pementasan, artis Duong Le Binh dijadwalkan datang ke Vietnam untuk menghadiri konferensi pers pada 26 Januari di Hanoi, dengan peran sebagai Koreografer Umum, Direktur Artistik, sekaligus penari khusus dalam balet tersebut.
“Si Merak” dikenal sebagai citra teater klasik yang diciptakan oleh penari Yang Liping. Melalui rangkaian karya ikonik seperti “Jiwa Si Merak”, Yang Liping disebut mencapai tingkat penghayatan yang membuat penonton mengidentikkan dirinya dengan sosok “Si Merak”. Untuk memperluas kisah dan pendalaman tema, pada 2012 karya tersebut dilanjutkan melalui balet “Si Merak Terlahir”, yang setelah pemutaran perdana mendapatkan banyak pujian dan menarik perhatian luas.
Pada 2022, balet “Peacock” dihadirkan kembali dengan desain panggung yang sepenuhnya baru, disempurnakan dan disesuaikan. Dalam tur perdana di 12 kota dengan total 50 pertunjukan, tiket dilaporkan terjual habis dan memunculkan apa yang disebut penyelenggara sebagai “gelombang Peacock” di Tiongkok. Pada 2025, pertunjukan ini disebut masih terus mencatat penjualan tiket yang tinggi di sejumlah lokasi dan telah mencapai pertunjukan ke-700 sejak pemutaran perdananya di berbagai negara.
Balet “Merak” yang akan dibawakan Duong Le Binh dijadwalkan tampil perdana di Hanoi pada Maret 2026. Penyelenggara menyebut pementasan ini juga menjadi kesempatan pertama bagi publik Vietnam untuk menyaksikan langsung salah satu karya klasik dari sosok yang mereka sebut sebagai “Raja Tari Vietnam”.
Dari sisi cerita, balet “Si Merak” berpusat pada dua tema utama, yakni kehidupan dan cinta. Pementasan menggunakan ungkapan yang dekat dengan keseharian untuk menyampaikan emosi manusia yang universal, sekaligus memuat refleksi dan pengalaman artistik sang seniman. Dalam pertunjukan, citra merak digambarkan sebagai burung sekaligus manusia, melambangkan makhluk hidup yang memiliki kesadaran.
Pementasan dibagi ke dalam empat bab: Musim Semi, Musim Panas, Musim Gugur, dan Musim Dingin. Struktur ini digunakan untuk mengisahkan pertumbuhan, sifat manusia, kehidupan, dan cinta, sekaligus menampilkan harmoni antara kehidupan dan alam. Melalui bahasa teater, pertunjukan ini menawarkan perjalanan yang menekankan niat baik serta penelusuran atas kehidupan dan kemanusiaan, dengan penekanan pada keterkaitan antara kehidupan dan seni.
Penyelenggara juga menyampaikan bahwa proyek “The Peacock Hanoi 2026” akan melibatkan hampir 70 penari dan teknisi dari Tiongkok, beserta sistem peralatan panggung, properti, dan kostum yang dibawa ke Vietnam dalam bentuk aslinya. Seluruh perangkat tersebut disebut diimpor untuk menjaga integritas dan standar artistik sesuai standar pertunjukan internasional.
Menurut penyelenggara, peralatan panggung akan dikirim dari Tiongkok menggunakan enam kontainer berukuran 45 kaki dan membutuhkan waktu sekitar tujuh hari untuk tiba di Gedung Opera Ho Guom. Persiapan untuk menghadirkan pertunjukan ini disebut memakan waktu hampir dua tahun, dengan kerja sama antara mitra Vietnam dan Tiongkok.

