BERITA TERKINI
Bandcamp Larang Peredaran Musik Buatan AI di Platformnya

Bandcamp Larang Peredaran Musik Buatan AI di Platformnya

JAKARTA — Platform distribusi musik independen Bandcamp resmi melarang peredaran musik yang dibuat menggunakan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) di layanannya. Kebijakan tersebut menempatkan Bandcamp sebagai salah satu platform musik yang mengambil sikap tegas terhadap musik AI di industri global.

Dalam pernyataan resmi yang dibagikan melalui Reddit pada Selasa waktu setempat, Bandcamp menyatakan larangan itu ditujukan untuk melindungi komunitas musisi serta memastikan penggemar mendapatkan karya yang benar-benar diciptakan oleh manusia.

“Fakta bahwa Bandcamp adalah rumah bagi komunitas yang begitu dinamis yang terdiri atas orang-orang nyata yang membuat musik luar biasa adalah sesuatu yang ingin kami lindungi dan pertahankan,” tulis Bandcamp.

Bandcamp menegaskan tidak mengizinkan musik maupun audio yang dihasilkan sepenuhnya atau sebagian besar oleh teknologi AI generatif. Pengguna juga diminta melaporkan konten yang diduga dibuat dengan ketergantungan tinggi pada AI untuk ditinjau oleh tim internal.

“Kami berhak untuk menghapus musik apa pun yang dicurigai dihasilkan oleh AI,” tegas Bandcamp.

Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya jumlah musik berbasis AI yang beredar di platform digital. Layanan streaming asal Prancis, Deezer, sebelumnya menyebut sekitar 50.000 lagu hasil generasi AI diunggah ke platform mereka setiap hari.

Survei yang diterbitkan Morgan Stanley dan dikutip Sherwood News pekan lalu juga menunjukkan 60 persen responden berusia 18–29 tahun mengaku mendengarkan musik buatan AI, dengan rata-rata durasi sekitar tiga jam per pekan.

Sejumlah platform lain turut memperketat aturan terkait musik AI. iHeart menyatakan tidak memutar musik AI yang menggunakan vokalis sintetis yang berpura-pura menjadi manusia. Sementara itu, Spotify memperbarui kebijakannya pada September lalu dengan mengizinkan lagu berisi klon suara AI hanya jika ada persetujuan dari artis asli yang ditiru.

Spotify juga mengungkapkan telah menghapus lebih dari 75 juta lagu yang dikategorikan sebagai “spam” dalam satu tahun terakhir.

Di tengah meningkatnya pemutaran musik AI, minat jangka panjang pendengar terhadap karya semacam ini masih menjadi perdebatan. CEO Luminate, Rob Jonas, dalam laporan akhir tahunnya menyebut mayoritas pendengar masih mencari sentuhan manusia dalam karya musik.

“Ke depan, perdebatan tidak hanya soal kapan artis AI mencapai puncak tangga lagu, tetapi juga apakah audiens akan memberi mereka legitimasi budaya yang sama seperti kreator manusia,” tulis Jonas.

Ia menilai, melindungi nilai intrinsik kreasi manusia di tengah banjir konten digital menjadi tantangan terbesar industri musik saat ini.