Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menggelar Festival serta Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR dan dipusatkan di Kompleks Sekolah Kristen Galilea Banjarmasin, Selasa.
Dalam sambutannya, Muhammad Yamin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FLS3N. Ia menekankan bahwa esensi pendidikan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mengasah bakat serta membentuk karakter pelajar melalui kegiatan seni.
Menurut dia, ajang seperti FLS3N memiliki makna penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni, budaya, dan kreativitas. Ia juga mengapresiasi dinas pendidikan, guru, serta para pendamping yang membantu peserta mempersiapkan diri.
Wali kota berharap kegiatan ini melahirkan anak-anak Banjarmasin yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga peka terhadap seni dan berkarakter budaya, serta mampu berprestasi membawa nama baik sekolah dan daerah di tingkat lebih tinggi. Ia juga berpesan agar peserta tampil percaya diri, sementara orang tua dan guru diminta terus mendorong dan mendampingi agar potensi anak tidak terhenti karena kurangnya kesempatan atau pendampingan.
Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin Ryan Utama menyampaikan FLS3N tahun ini mengusung tema “Menumbuhkan karakter bangsa melalui kreativitas dan apresiasi seni budaya”. Kegiatan tersebut diikuti 150 perwakilan siswa terbaik dari 67 sekolah yang tersebar di lima kecamatan.
Ryan menjelaskan, cabang lomba yang dipertandingkan mencakup gambar bercerita, menyanyi solo, mendongeng, seni tari, menulis cerita, kriya, hingga seni pantomim. Ia menyebut ajang ini menjadi ruang kreativitas dan eksplorasi bagi peserta didik agar dapat berprestasi dan berdaya saing.
Ia juga mengingatkan capaian tahun sebelumnya, ketika perwakilan Kota Banjarmasin pada cabang seni tari berhasil mewakili Provinsi Kalimantan Selatan di tingkat nasional.