BERITA TERKINI
Bank Panin Jadwalkan RUPST 17 Juni 2026, Bahas Laporan Keuangan 2025 hingga Perubahan Pengurus

Bank Panin Jadwalkan RUPST 17 Juni 2026, Bahas Laporan Keuangan 2025 hingga Perubahan Pengurus

PT Bank Panin Tbk (Bank Panin) menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 17 Juni 2026. Rapat akan digelar di Panin Bank Building Lantai 4, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Dalam RUPST tersebut, perseroan menyiapkan delapan mata acara. Agenda utama mencakup persetujuan Laporan Tahunan serta pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025, termasuk laporan pengawasan Dewan Komisaris.

Pemegang saham juga akan dimintai persetujuan terkait penggunaan laba bersih tahun buku 2025. Pembahasan ini berkaitan dengan penetapan dividen serta penguatan modal perusahaan.

Agenda lain mencakup penetapan honorarium Dewan Komisaris dan pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan gaji serta tunjangan Direksi. Selain itu, rapat akan membahas penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan perseroan tahun buku 2026.

Bank Panin juga mengagendakan penyampaian realisasi penggunaan dana hasil penerbitan obligasi sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 30 Tahun 2015. Perseroan turut memasukkan pengkinian Rencana Aksi (Recovery Plan) tahun 2025 yang mengacu pada POJK Nomor 5 Tahun 2024.

Sejumlah agenda strategis lainnya adalah perubahan atau pengangkatan kembali pengurus perseroan, yang mencakup Direksi dan Dewan Komisaris, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan. Mata acara terakhir berkaitan dengan pengkinian daftar pemegang saham perseroan untuk pengurusan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) sesuai Peraturan BKPM Nomor 4 Tahun 2021.

Sepanjang 2025, Bank Panin membukukan laba bersih Rp2,87 triliun, tumbuh 0,13% secara tahunan dibandingkan Rp2,86 triliun pada tahun sebelumnya. Fee-based income naik 3,47% menjadi Rp2,30 triliun, terutama ditopang keuntungan dari transaksi surat berharga, sementara pendapatan bunga bersih tumbuh 0,19%.

Dari sisi intermediasi, kredit yang disalurkan tercatat turun 2,56% menjadi Rp145,08 triliun. Namun kualitas kredit membaik, tercermin dari rasio NPL gross yang turun menjadi 2,82% dari 3,05% serta NPL net di level 1,04%.

Pada sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 2,98% menjadi Rp156,92 triliun. Struktur permodalan juga menguat, dengan total modal meningkat 5,07% menjadi Rp54,98 triliun, sehingga rasio kecukupan modal (CAR) naik menjadi 37,49% dari 34,54%.

Secara konsolidasi, total aset Bank Panin pada akhir 2025 tercatat Rp237,33 triliun, turun dari Rp243,96 triliun pada tahun sebelumnya.