BERITA TERKINI
Believe: Musisi Viral Perlu Strategi Lanjutan agar Karier Bertahan di Industri Musik

Believe: Musisi Viral Perlu Strategi Lanjutan agar Karier Bertahan di Industri Musik

Bantul—Maraknya lagu viral yang digunakan untuk berbagai konten di media sosial membuat sejumlah musisi mendadak dikenal luas dalam waktu singkat. Namun, di balik meningkatnya popularitas tersebut, ada tantangan yang perlu diantisipasi agar karier tidak berhenti pada satu momentum.

Head of Artist Services Believe, Ririe Cholid, menilai viralitas hanya menjadi titik awal. Menurutnya, popularitas yang datang cepat juga bisa turun dengan cepat jika musisi tidak mampu menjaga dan memanfaatkan momentum.

“Menurut kami, virality itu semacam quick wins, kayak kemenangan yang cepat. Bisa cepat naiknya, tapi kalau kita gak jaga bisa cepat turunnya. Jadi menurut kami, virality itu sebagai momen pembuka untuk artis kami dan karyanya bisa di-discover banyak orang,” ujar Ririe kepada IDN Times di Mabes Balker Baru, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Selasa (12/5/2026).

Ririe menekankan, pekerjaan rumah terbesar musisi viral justru dimulai setelah dikenal publik. Ia mengingatkan agar musisi tidak berhenti pada satu lagu yang meledak tanpa kelanjutan yang jelas untuk membangun karier jangka panjang.

“PR terbesarnya, setelah viral apa langkah selanjutnya? Jangan sampe juga, satu lagu viral lalu tidak berkelanjutan untuk karier musisinya secara jangka panjang. Jadi itu PR terbesarnya,” kata Ririe.

Selain itu, ia menilai persaingan di industri musik semakin ketat seiring berkembangnya digital streaming. Jika sebelumnya tantangan utama adalah akses agar karya bisa didengar banyak orang, kini tantangannya bergeser menjadi banjirnya rilisan baru karena semakin banyak musisi dapat merilis karya lewat platform digital.

“Mungkin 10 tahun terakhir ke belakang saat penetrasi digital streaming masuk, challenge utamanya adalah akses. Gimana musisi bisa karyanya diakses oleh banyak orang? Semakin ke sini, semakin banyak musisi yang bisa mengakses, akhirnya challenge-nya adalah makin banyak rilisan yang terjadi. Berarti saingannya makin banyak. Tandanya apa? Akses belum tentu sama dengan kesuksesan,” ucapnya.

Dalam menghadapi situasi tersebut, Believe sebagai perusahaan pengembangan artis menyebut pendampingan mereka diarahkan agar musisi tetap fokus pada karya yang autentik, tanpa harus memaksakan diri mengikuti tren yang sedang ramai.

“Kita sebagai artist development company, mendampingi, mendukung artis kita untuk tetap fokus, gak terganggu dengan noise di luaran sana. Kita cut through all the noise dan membuat artis kita fokus dengan karyanya yang harus autentik, cerita yang membangun, menginspirasi. Akhirnya, kita bisa meraih kesuksesan yang gak singkat, tapi suksesnya jangka panjang,” ujar Ririe.

Ririe juga menyoroti pentingnya tujuan dan konsistensi agar musisi dapat bertahan lama. Menurutnya, tujuan bermusik membantu musisi membedakan diri, sekaligus memengaruhi arah penciptaan lagu hingga strategi promosi.

“Tujuan apa musisinya, pengin jadi musisi itu penting. Itu akhirnya yang membuat mereka berbeda dengan musisi lain. Dari situ nyambung ke turunan lagu-lagu apa yang mereka ciptakan, gimana mereka berpromosi, dan lain-lain,” katanya.

Ia mencontohkan Ndarboy Genk sebagai musisi yang dinilai memiliki cerita perjuangan kuat di balik karya-karyanya. Ririe menyebut perjalanan Ndarboy—dari pengalaman hidup hingga upaya membangun studio untuk memberi ruang bagi pendatang baru—menjadi nilai yang membedakan di tengah persaingan.