BERITA TERKINI
BPOM Gelar Doa Nasional Sambut Ramadan dan Santuni 300 Pekerja Penunjang

BPOM Gelar Doa Nasional Sambut Ramadan dan Santuni 300 Pekerja Penunjang

JAKARTA — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menggelar doa bersama menyambut Ramadan 1447 H/2026 M. Kegiatan ini menjadi yang pertama digelar di lingkungan BPOM dengan menghadirkan penceramah Ustadz Nur Maulana, sekaligus disertai penyaluran santunan dan paket kebutuhan Ramadan bagi para pekerja penunjang seperti petugas kebersihan, tukang kebun, satpam, sopir, hingga office boy.

Acara yang dipimpin Kepala BPOM RI Prof. Dr. Taruna Ikrar itu dipusatkan di kantor BTI BPOM dan diikuti staf serta karyawan BPOM dari berbagai daerah. Melalui sambungan Zoom, balai-balai BPOM di seluruh Indonesia turut bergabung sehingga doa menyambut Ramadan berlangsung serentak secara nasional.

Dalam sambutannya, Taruna Ikrar menyampaikan bahwa Ramadan bukan hanya momentum spiritual personal, tetapi juga kesempatan bagi lembaga untuk memperkuat empati sosial. Ia menegaskan peran para pekerja penunjang yang menurutnya turut memastikan aktivitas kantor berjalan, meski kerap bekerja tanpa sorotan.

Taruna Ikrar juga mengulas puasa dari perspektif kesehatan dan neurosains. Ia menyebut puasa selama kurang lebih 16 jam memicu sejumlah proses fisiologis, mulai dari penggunaan cadangan energi dari makanan sahur pada sekitar delapan jam pertama, hingga pemanfaatan cadangan lemak sebagai sumber energi setelahnya. Menurutnya, proses tersebut membantu membersihkan pembuluh darah dari simpanan yang berpotensi menjadi sumber penyakit.

Selain itu, ia menyinggung mekanisme autofagi, yakni proses tubuh membuang sel-sel rusak dan menggantinya melalui regenerasi. Taruna Ikrar menyatakan mekanisme ini berkontribusi dalam pencegahan berbagai penyakit metabolik seperti obesitas dan diabetes, termasuk penyakit degeneratif, kanker, serta penyakit jantung koroner. Paparan itu disampaikan sejalan dengan komitmen BPOM dalam mengedukasi masyarakat terkait pola konsumsi obat dan makanan yang sehat selama Ramadan.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Nur Maulana mengingatkan bahwa persiapan Ramadan perlu dimulai dari hati. Ia menyampaikan pesan menyambut 1 Ramadan yang ditetapkan pemerintah melalui sidang isbat pada 17 Februari dengan pemantauan hilal di 124 titik.

Ustadz Maulana juga mengajak umat Islam melakukan sejumlah amalan saat Ramadan ditetapkan, di antaranya sujud syukur dengan membaca tasbih lengkap 11 kali, berdoa memohon kekuatan beribadah, berniat puasa sebulan penuh karena Allah Ta’ala, memperbarui niat setiap malam sebelum Subuh, serta menyambut malam pertama dengan ucapan “Marhaban Ya Ramadhan”. Ia turut mengingatkan keutamaan Lailatul Qadar yang disebut setara dengan ibadah lebih dari 1.000 bulan atau sekitar 83 tahun 4 bulan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 300 pekerja penunjang menerima santunan dan paket kebutuhan Ramadan dari BPOM. Sejumlah penerima menyampaikan rasa haru karena baru pertama kali merasakan perhatian khusus dari pimpinan dalam sebuah acara resmi.

Taruna Ikrar berharap kegiatan ini dapat menjadi budaya baru di BPOM, sebagai lembaga pengawas yang tidak hanya kuat dalam sains dan regulasi, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan. Ia menutup dengan pesan agar Ramadan dimaknai sebagai kesempatan untuk menyiapkan hati sebelum menjalankan ibadah puasa.