Bupati Badung Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri Karya Ngodak Pelawatan Ida Betara Ratu Bagus Kahyangan Jagat di Pura Dalem Sakenan, Desa Adat Munggu, Minggu (18/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana hibah secara simbolis sebesar Rp 742.675.000. Ia juga melakukan Nyumpangan Sekar Emas pada pelawatan Ratu Bagus (barong), sementara Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti Nyumpangan Sekar Emas pada pelawatan Ratu Ayu (rangda).
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya Anggota DPRD Badung Made Rai Wirata, Anggota DPD RI Dapil Bali Komang Merta Jiwa, Camat Mengwi Nyoman Suhartana, Perbekel Munggu Ketut Darta, unsur BPD, para bendesa adat, bujangga, pengurus LPD Desa Adat Munggu, kelian dinas se-Desa Munggu, kelian patis se-Desa Adat Munggu, serta Sabha Desa Munggu.
Kedatangan Bupati Badung disambut pagar betis krama lanang istri penyungsung Pura Dalem Sakenan Desa Munggu sepanjang ratusan meter. Setelah itu, bupati bersama undangan dan krama penyungsung melaksanakan persembahyangan bersama.
Mewakili krama penyungsung, Manggala Prawartaka Karya I Made Rai Sujana menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung dan Ketua DPRD Badung beserta undangan dalam rangkaian Karya Ngodak, Melaspas, dan Pasupati pelawatan Ida Ratu Bagus Kahyangan Jagat Pura Dalem Sakenan Desa Adat Munggu.
Rai Sujana menyebut jumlah krama penyungsung Pura Dalem Sakenan Munggu mencapai 261 kepala keluarga. Sekitar 90 persen berada di Banjar Gambang, Desa Munggu, sementara sisanya tersebar di beberapa banjar di Desa Munggu dan wilayah lainnya.
Ia juga menjelaskan, berdasarkan penuturan para penglingsir, Ida Betara Ratu Bagus telah melingga di Kahyangan Jagat Pura Dalem Sakenan Desa Adat Munggu sejak tahun 1802, namun sempat cukup lama mesineb. Menurutnya, Ida Betara kembali “metangun” di Pura Dalem Sakenan Munggu pada tahun 2001 dan pada tahun tersebut Ida Betara juga telah dua kali “ke odak” (kabecikang).
Rai Sujana menambahkan, Karya Ngodak Ida Betara pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014. Adapun karya Ngodak pada tahun 2025 disebut sebagai pelaksanaan untuk kedua kalinya.
Rangkaian Karya Ngodak, Ngeratep, dan Pasupati pelawatan Ida Ratu Bagus Kahyangan Jagat Pura Dalem Sakenan Banjar Gambang Desa Adat Munggu diawali pada 15 September 2025 melalui upacara Mapakeling dan Ngetus Pererai Ida Betara. Upacara Ngeratep dan Melaspas dipuput Ida Ratu Pedanda Geria Sidemen Pemaron, Ida Pedanda Istri Geria Simpangan Buduk, serta Ida Cokorda Mengwi XIII. Rai Sujana juga menyebut upacara Ngerehang dilaksanakan pada 18 Januari 2026 di Pura Luhur Sapuh Jagat dan dilanjutkan pemelastian pada 19 Januari 2026.
Terkait pembiayaan karya, Rai Sujana menyampaikan bahwa dana berasal dari aturan dan punia krama penyungsung. Ia turut menyampaikan terima kasih atas bantuan dana hibah Rp 742.675.000 dari Pemerintah Kabupaten Badung yang disebut difasilitasi oleh Anggota DPRD Badung Made Rai Wirata, serta bantuan upakara Rp 50 juta dari Desa Munggu.
Sementara itu, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyatakan gembira dan bangga atas semangat krama penyungsung Pura Dalem Sakenan Munggu. Ia mengaku terkejut dengan penyambutan krama yang jaraknya cukup panjang menuju pura.
Bupati Adi Arnawa menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus membantu pelestarian adat, agama, dan tradisi di Kabupaten Badung. Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan dukungan sehingga pada Karya Ngodak kali ini Pemkab Badung dapat membantu lebih dari Rp 742 juta.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak krama untuk tetap bersatu dan mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung. Ia mengatakan fokus pembangunan infrastruktur dilakukan untuk menangani kemacetan di Badung sebagai daerah pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan.
Selain bantuan hibah, sejumlah undangan juga menghaturkan punia, di antaranya Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Anggota DPRD Badung Made Rai Wirata, dan Anggota DPD RI Komang Merta Jiwa.

