Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan penguatan ketahanan pangan nasional hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai agenda utama pembangunan daerah. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Muhibah Ramadan di Masjid Besar Assalam, Kecamatan Cibadak, Rabu (4/3/26).
Kegiatan di wilayah yang disebut sebagai kawasan strategis penyangga ekonomi Kabupaten Sukabumi tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum penyampaian arah kebijakan pembangunan yang dinilai berdampak hingga skala nasional.
Dalam pemaparannya, Asep Japar menyebut sektor pertanian sebagai tulang punggung pembangunan Sukabumi. Ia menilai Kabupaten Sukabumi, yang disebut sebagai kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa, memiliki posisi penting dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Selama satu tahun kepemimpinan bersama Wakil Bupati Andreas, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mencatat capaian di sektor pertanian, termasuk penghargaan peringkat kedua terbaik dalam program swasembada pangan dari pemerintah pusat. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Pemerintah daerah juga mengalokasikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi petani. Langkah ini diarahkan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus mendorong kesejahteraan petani lokal.
Selain pertanian, pemerintah daerah menempatkan pembangunan SDM sebagai fokus berikutnya. Salah satu langkah yang disampaikan adalah program beasiswa bagi pelajar berprestasi melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Nusa Putra dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi.
Program beasiswa tersebut disebut dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural serta meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Sukabumi. Pendekatan ini menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang, di samping pembangunan fisik.
Di sisi lain, Asep Japar menyoroti tantangan kebencanaan yang dihadapi Sukabumi. Ia menyinggung pergeseran tanah di Kecamatan Bantargadung yang mengakibatkan ratusan warga mengungsi, sebagai pengingat bahwa wilayah tersebut rawan bencana.
Secara geografis, Kabupaten Sukabumi memiliki kontur perbukitan dan patahan aktif yang berpotensi memicu longsor maupun pergerakan tanah. Karena itu, penguatan mitigasi, relokasi warga terdampak, serta perencanaan tata ruang berbasis risiko disebut menjadi isu strategis yang perlu mendapat perhatian. Pemerintah daerah menyatakan komitmen untuk mempercepat penanganan dan memastikan keselamatan warga terdampak.
Memasuki satu tahun masa kepemimpinan, Asep Japar mengakui masih ada pekerjaan rumah, terutama pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, dan penguatan ekonomi desa. Namun, ia menyebut arah kebijakan telah dipetakan, meliputi penguatan ketahanan pangan berbasis lokal, peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan beasiswa, serta penanganan dan mitigasi bencana berbasis tata ruang berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial. Muhibah Ramadan yang telah dilaksanakan di lima dari sepuluh titik lokasi disebut menjadi sarana komunikasi publik untuk menyampaikan akuntabilitas kinerja sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Dengan potensi agraris dan luas wilayahnya, Sukabumi disebut sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Jawa Barat. Pemerintah daerah menilai upaya menjaga produktivitas pertanian dan meningkatkan kualitas SDM diharapkan memberi dampak tidak hanya bagi daerah, tetapi juga mendukung stabilitas nasional.

