BERITA TERKINI
Bupati Tapanuli Utara Dorong Pomparan Toga Simamora Berperan dalam Agenda Pembangunan

Bupati Tapanuli Utara Dorong Pomparan Toga Simamora Berperan dalam Agenda Pembangunan

Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menghadiri Pesta Bona Taon Pomparan Toga Simamora (PTS) di Gedung Kesenian Sopo Partukoan, Minggu (22/2/2026). Kehadiran kepala daerah dalam agenda tahunan tersebut disertai pesan agar organisasi marga mengambil peran nyata dalam mendukung pembangunan daerah.

Acara itu turut dihadiri Ketua TP PKK Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, unsur perangkat daerah, pengurus PTS, serta tokoh adat dan masyarakat. Kegiatan mengangkat nilai persaudaraan sebagaimana tertuang dalam Mazmur 133:1b, yang ditegaskan sebagai landasan kebersamaan dalam membangun Tapanuli Utara.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa tahun pertama pemerintahan menjadi fase penguatan dasar kebijakan dan tata kelola. Ia menyampaikan bahwa pembangunan tidak dapat diharapkan hadir secara instan, melainkan melalui proses bertahap yang memerlukan perencanaan dan koordinasi lintas sektor.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mendorong PTS memperluas kontribusi sebagai mitra strategis pembangunan. Organisasi berbasis kekerabatan dinilai memiliki modal sosial kuat melalui jaringan, solidaritas, dan kemampuan mobilisasi sumber daya. Sejumlah bidang yang disinggung antara lain penguatan sektor pertanian, gerakan penghijauan untuk menjaga keseimbangan lingkungan, serta dorongan investasi daerah termasuk partisipasi diaspora guna membuka peluang ekonomi baru.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara disebut telah menyusun Rencana Induk Pembangunan Daerah sebagai kerangka strategis arah kebijakan. Pemerintah juga menyatakan terbuka terhadap masukan dan kritik konstruktif sebagai bagian dari komitmen tata kelola yang akuntabel dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.

Selain sebagai seremoni adat, Bona Taon dipandang menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat kohesi sosial. Dalam konteks pembangunan daerah, kohesi sosial dinilai penting untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan program. Kegiatan berlangsung tertib dan ditutup dengan penyerahan cendera mata serta sesi dokumentasi bersama.