Musisi Cuong Tong merilis album Walking in Silence pada malam 29 Mei, menandai kolaborasinya dengan pemain cello Tran Hong Nhung. Album instrumental ini menghadirkan perpaduan piano dan cello yang dirancang untuk membawa pendengar menyusuri ruang-ruang hening yang dekat dengan pengalaman kesepian.
Walking in Silence berisi sembilan lagu: Moonlight Spring, Dreaming Stars, All The Things I Love About You, Take My Hand, If Only, Lonely Valentine, Empty, Goodbye My Love, dan Meaning of Life. Cuong Tong menggambarkan tiap lagu sebagai bab dalam ingatan yang membimbing pendengar melewati berbagai tahap kesepian.
Seluruh karya dalam album ini ditulis selama 11 tahun Cuong Tong tinggal dan bekerja di Beijing, Tiongkok. Ia menceritakan kebiasaannya berjalan sendirian pada malam hari di sekitar area Olimpiade atau stadion Sarang Burung sebagai cara memulihkan emosi. Dalam momen-momen tanpa musik dan tanpa telepon, dengan suara langkah kaki serta lampu kota sebagai latar, gagasan-gagasan musik pertamanya lahir.
Menurut Cuong Tong, beberapa karya bermula dari sejumlah not piano yang ia tulis terburu-buru di ponselnya saat bepergian. Ada pula bagian cello yang muncul tiba-tiba di kepalanya pada tengah malam, membuatnya segera duduk untuk menulis sebelum ingatan itu memudar keesokan harinya.
Menengok proses panjang tersebut, ia menyadari benang merah yang sama dalam komposisinya: kesepian namun bukan keputusasaan, keheningan namun bukan kekosongan. Dari situlah judul Walking in Silence muncul, yang ia anggap paling tepat menggambarkan periode hidupnya.
Untuk menceritakan kisah album ini, Cuong Tong memilih menggabungkan piano dengan cello. Ia memandang cello sebagai instrumen yang paling dekat dengan suara manusia karena geraknya yang unik—lembut sekaligus intens, intim sekaligus menyendiri. Dalam album ini, cello tidak ditempatkan sekadar sebagai latar, melainkan sebagai “karakter” yang berdialog terbuka dengan piano.
Pendekatan tersebut, menurutnya, menuntut kemampuan akademis dan kedalaman batin yang besar dari para pemain. Karena itu ia menggandeng Tran Hong Nhung. Cuong Tong sendiri pernah meraih hadiah pertama Autumn Concours 2007 pada usia 19 tahun, kemudian menerima beasiswa penuh dan menghabiskan 13 tahun belajar serta bekerja di lingkungan musik kompetitif di Tiongkok. Ia menekuni piano, komposisi, aransemen, dan jazz, terlibat dalam berbagai proyek musik film, serta tampil bersama orkestra simfoni besar—pengalaman yang membentuk cara berpikir musikalnya yang sinematik.
Sementara Tran Hong Nhung lahir dari keluarga dengan tradisi seni kuat. Ia mulai belajar cello pada usia 6 tahun di bawah bimbingan Profesor Hoang Duong, lalu meraih dua gelar dari Konservatorium Nasional Tchaikovsky dan Akademi Musik Nasional Gnesin di Rusia. Ia juga disebut sebagai satu-satunya pemain cello Vietnam yang pernah menjabat sebagai Concertmaster di Asian Youth Orchestra.
Namun, Cuong Tong menekankan bahwa yang menyatukan mereka bukan semata prestasi. Ia mencari pengendalian diri, kehalusan, dan kedalaman yang agak menyendiri dalam permainan piano Hong Nhung.
Proses rekaman album berlangsung hampir tiga tahun. Cuong Tong mengatakan beberapa bagian secara teknis tidak rumit, tetapi sulit mempertahankan semangat yang tepat. Para musisi harus menjaga nada-nada panjang dan tipis tanpa berlebihan, karena sedikit tambahan emosi dapat menghilangkan kesunyian asli yang ingin dipertahankan.
Dalam prosesnya, ada sesi ketika mereka hanya merekam beberapa bar lalu berhenti untuk mendengarkan. Ada pula lagu yang semula dianggap selesai tetapi akhirnya direkam ulang dari awal karena mereka merasa “belum mencapai sasaran yang tepat.”
Di tengah pasar musik yang serba cepat dan sangat dipengaruhi algoritma serta tren media sosial, pengerjaan album instrumental piano dan cello selama bertahun-tahun menjadi hal yang jarang. Cuong Tong menegaskan Walking in Silence bukan produk untuk hiburan instan, melainkan mengajak pendengar melambat dan memakai pengalaman hidup mereka untuk memahami suara-suara yang disusun di dalamnya.
Judul album ini juga terbuka untuk beragam tafsir, seperti “berjalan diam-diam di tengah kemanusiaan” atau “berjalan sendirian dalam keheningan.” Namun, dunia musik yang dibangun Cuong Tong dan Tran Hong Nhung digambarkan paling dekat dengan gagasan “berjalan diam-diam di tengah ruang kesepian,” tempat pendengar dapat menemukan kedamaian yang rapuh, tetapi cukup dalam untuk menenangkan gejolak batin.