Memasuki penghujung tahun, deretan film dari berbagai genre kembali meramaikan layar bioskop dan menarik perhatian penonton di Indonesia. Pada periode 24–30 November, TIX ID merilis daftar 10 film terlaris yang mencakup komedi, animasi, drama, hingga horor.
Posisi teratas ditempati Agak Laen: Menyala Pantiku, yang mengisahkan Boris, Bene, Jegel, dan Oki dalam misi penyamaran sebagai petugas panti jompo untuk menangkap buronan kasus pembunuhan anak wali kota. Di tengah operasi tersebut, mereka harus berhadapan dengan dinamika kehidupan panti jompo sekaligus persoalan pribadi masing-masing.
Di urutan kedua ada Zootopia 2, sekuel yang mempertemukan kembali Judy Hopps dan Nick Wilde. Kemitraan keduanya diuji hingga mereka harus mengikuti sesi konseling, sebelum akhirnya terseret ke penyelidikan terkait misteri ular bernama Gary De’Snake yang berencana mencuri sebuah buku penting. Penyelidikan itu membuat mereka terpaksa menjadi buronan dan menjelajahi sisi Zootopia yang belum pernah tersingkap.
Film drama Sampai Tiktik Terakhirmu berada di peringkat ketiga. Cerita yang diangkat dari kisah nyata viral ini mengikuti perjalanan Albi Dwizky dan Shella Selpi Lizah saat Shella divonis kanker ovarium stadium 4. Albi mendampingi Shella melalui proses pengobatan, hingga mengambil keputusan untuk melamar dan menikahinya, sebelum kisah mereka berakhir dengan kepergian Shella.
Peringkat keempat diisi Wicked: For Good, bagian kedua sekaligus penutup kisah Elphaba dan Glinda. Setelah pemberontakan di Emerald City, Elphaba yang dicap sebagai Wicked Witch of the West bersembunyi dan merencanakan perlawanan terhadap Wonderful Wizard of Oz, sementara Glinda menghadapi dilema batin di tengah rencana pernikahannya dengan Fiyero.
Selanjutnya, Now You See Me: Now You Don’t menempati posisi kelima. Sepuluh tahun setelah aksi terakhir, The Four Horsemen diceritakan telah bubar, namun J. Daniel Atlas kembali dengan misi merekrut tiga pesulap muda. Mereka ditugaskan mencuri “Heart Diamond” dari Veronika Vanderberg, pemimpin perusahaan berlian korup di Antwerp.
Di urutan keenam ada Pangku, film debut penyutradaraan Reza Rahardian. Film ini menyoroti Sartika, perempuan muda yang tengah hamil dan meninggalkan kampung halaman menuju Pantura. Demi masa depan anaknya, ia bekerja di warung kopi “pangku” dan mulai menyadari dirinya terjebak dalam sistem yang mengekang, hingga terdorong untuk melawan.
Genre horor-komedi hadir lewat Pesugihan Sate Gagak di posisi ketujuh. Kisahnya mengikuti Anto, Dimas, dan Indra yang terlilit utang dan mencoba pesugihan dengan tumbal sate daging gagak. Setelah mendadak kaya, situasi berubah menjadi mimpi buruk ketika pelanggan dari dunia lain menuntut sate tanpa henti dan menghadirkan konsekuensi mematikan.
Di peringkat kedelapan, Danyang Wingit Jumat Kliwon mengangkat horor berlatar budaya Jawa dan dunia pewayangan. Cerita berpusat pada Citra yang menghadapi ancaman gaib terkait pertunjukan wayang kulit, sementara Bara, salah satu penjaga padepokan, berusaha mencari cara menyelamatkannya sebelum terlambat.
Urutan kesembilan ditempati Legenda Kelam Malin Kundang, adaptasi legenda rakyat Sumatra Barat. Film ini menyoroti perubahan karakter Malin Kundang setelah sukses di perantauan hingga menjadi sombong dan mengabaikan ibunya, yang berujung pada hukuman dikutuk menjadi batu.
Menutup daftar, Air Mata Mualaf berada di posisi kesepuluh. Film ini mengikuti Anggie, perempuan Indonesia yang menempuh studi di Sydney dan mengalami kekerasan dalam hubungan asmara. Di tengah keterpurukan, ia menemukan jalan perubahan setelah bertemu seorang Muslimah dan mendengar lantunan ayat suci, namun keputusannya menjadi mualaf memicu penolakan keluarga serta tekanan sosial saat kembali ke Indonesia.
Daftar 10 film terlaris periode 24–30 November ini menunjukkan variasi selera penonton, dari hiburan ringan hingga drama emosional dan horor bernuansa lokal.

