Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkap agenda rencana pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para presiden dan wakil presiden terdahulu di Istana Negara pada Selasa (3/3) malam. Dasco menyebut pertemuan tersebut digelar dalam rangka silaturahmi.
“Yang pertama, undangan itu tentunya soal silaturahmi, apalagi di bulan Ramadan ini,” kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/3).
Selain silaturahmi, Dasco menyampaikan pertemuan itu juga akan membahas perkembangan global atau situasi geopolitik yang tengah memanas. Menurutnya, Presiden Prabowo ingin menyampaikan pembaruan kepada para pemimpin terdahulu terkait kondisi geopolitik terbaru setelah kembali dari kunjungan luar negeri.
“Yang kedua, Pak Presiden ingin memberikan update kepada presiden presiden terdahulu mengenai situasi geopolitik terbaru pasca Presiden Prabowo kembali dari kunjungan luar negeri,” ujarnya.
Dasco menambahkan, Presiden Prabowo juga ingin mendengar pandangan, masukan, dan saran dari para pemimpin terdahulu dalam menghadapi dinamika global yang berpotensi berdampak terhadap Indonesia. Masukan tersebut, kata Dasco, akan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan mitigasi bagi bangsa dan negara.
“Kemudian yang ketiga tentunya, Pak Prabowo ingin juga mendengar masukan dan saran-saran dari presiden terdahulu untuk dijadikan pertimbangan-pertimbangan dan juga dalam melakukan perencanaan mitigasi-mitigasi untuk bangsa dan negara dari dampak yang kita sama-sama tahu pada saat ini sedang terjadi, yang kemungkinan juga akan berdampak bagi negara kita. Demikian,” jelasnya.
Dasco memastikan seluruh presiden terdahulu diundang dalam pertemuan tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui siapa saja yang telah mengonfirmasi kehadiran.
“Semua mantan presiden atau presiden terdahulu diundang. Tapi saya tidak dalam posisi mengetahui konfirmasi siapa yang bisa hadir dan siapa yang belum bisa hadir,” pungkasnya.

