New York — Mezzo-soprano muda Indonesia Beatrice Jean Consolata Gobang, yang dikenal sebagai Beatrice Gobang, menjalani debut solo resitalnya di Piano-Piano Theater, Manhattan, New York City, pada Jumat, 13 Maret 2026. Dalam program bertajuk Poetry, Roots, Resonance, ia tampil bersama pianis Ayunia Indri Saputro, dengan arahan artistik Aning Katamsi.
Malam dibuka dengan “Vittoria, mio core!” karya Giacomo Carissimi, yang menghadirkan ekspresi keintiman musik Barok. Karya ini menggunakan teks puisi Domenico Benigni dan, dalam penyajiannya, menonjolkan kedalaman emosional dengan rujukan makna “Vittoria” sebagai kemenangan atau kebebasan.
Program kemudian berlanjut ke dua karya Wolfgang Amadeus Mozart, “An Chloë” dan “Voi che sapete”, aria dari opera Le Nozze di Figaro berlatar Spanyol akhir abad ke-18. Sepanjang bagian ini, vokal Beatrice berdialog dengan iringan piano Ayunia dalam format resital yang intim.
Memasuki tradisi Lied Jerman, resital menampilkan rangkaian karya yang menempatkan puisi sebagai inti ekspresi musikal: “Lachen und Weinen” (Franz Schubert), “Schwanenlied” (Fanny Mendelssohn-Hensel), “Herbstlied” (Felix Mendelssohn), serta “Der Gärtner” (Hugo Wolf). Repertoar ini menelusuri jejak art song dari periode 1700-an hingga awal 1900-an.
Setelah menapaki tradisi Eropa, arah musikal bergeser menuju Indonesia melalui “Setitik Embun” karya Mochtar Embut dan “Cempaka Kuning” karya Sjafii Embut. Kedua tembang puitik itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keindahan puisi dan ekspresi musikal Indonesia kepada pendengar internasional.
Selepas jeda, lanskap resital diperluas dengan “Tiga Sajak Pendek” karya Ananda Sukarlan berdasarkan puisi Sapardi Djoko Damono, yang dipasangkan dengan melodi Prancis “Les chemins de l’amour” karya Francis Poulenc. Di bagian piano solo, Ayunia membawakan “Pagodes from Estampes” karya Claude Debussy, komposisi yang lahir dari kekaguman Debussy pada bunyi gamelan Jawa yang didengarnya di Paris pada akhir abad ke-19.
Program lalu kembali ke akar Nusantara lewat lagu rakyat “Mana Lolo Banda” dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, sebelum ditutup dengan “Simple Gifts” karya Aaron Copland. Setelah rangkaian utama berakhir, Beatrice dan Ayunia menambahkan dua lagu encore, yakni “Le Violette” karya Alessandro Scarlatti dan “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki.
Melalui susunan repertoar yang bergerak dari Barok, klasik, Lied, hingga karya Indonesia dan Amerika, resital ini merangkai perjalanan musikal lintas abad dan lintas tradisi, menghadirkan pengalaman yang reflektif, hangat, dan sarat makna.

