JAKARTA — Dewi Lestari Simangunsong atau Dee Lestari merilis single terbaru berjudul “(Jangan) Jatuh Cinta”. Karya ini menandai kembalinya Dee ke dunia musik, setelah hampir dua dekade dikenal luas melalui deretan buku best-seller.
Melalui keterangan di Instagram pada Minggu, 18 Januari, Dee menyampaikan pesan terkait lagu barunya. “Kabar baik buat yang nggak sabar jatuh cinta walaupun udah dibilangin jangan,” tulisnya.
Single “(Jangan) Jatuh Cinta” bukan sekadar rilisan lepas. Lagu tersebut menjadi pembuka menuju album solo ketiga Dee yang disebut telah dinantikan selama 17 tahun.
Keputusan Dee kembali masuk studio rekaman disebut bermula dari titik balik personal. Kepergian ayahnya pada 2024 meninggalkan duka mendalam. Dalam kesunyian di rumah, ia mencoba meredakan kesedihan dengan bernyanyi menggunakan perangkat sederhana.
Aktivitas yang awalnya menjadi pelipur lara itu kemudian berkembang menjadi “ritual” penyembuhan yang memantik kembali gairah bermusiknya. Dari pengalaman tersebut, Dee merasa hatinya kembali bergetar lewat nada hingga tekad untuk menggarap album penuh menjadi bulat.
Dalam rilisan terbaru ini, Dee berkolaborasi dengan sejumlah musisi. Posisi produser diisi Rendy Pandugo, sementara pengarah vokal dipercayakan kepada Teddy Adhitya. Kolaborasi tersebut menghadirkan aransemen musik yang hangat dengan lapisan gitar yang kaya, serta harmoni vokal yang menjadi salah satu ciri Dee sejak dulu.
Secara lirik, “(Jangan) Jatuh Cinta” memotret pergulatan batin antara logika dan perasaan. Tema itu disajikan puitis namun lugas, selaras dengan karakter penulisan lagu Dee.
Proses kembalinya Dee ke panggung musik turut didukung tim manajemen yang terdiri dari Arie Dagienkz, Riko Prayitno dari band Mocca, Bayu Fajri, dan Anthono.
Sebelum dirilis di berbagai platform streaming digital, potongan lagu ini sempat diperkenalkan secara terbatas melalui showcase “Bocor Tipis” di Jakarta dan Yogyakarta. Acara tersebut disebut mendapat respons hangat dari penggemar.
Melalui single baru dan album yang akan datang, Dee berharap karyanya dapat menjadi obat rindu bagi pendengar yang telah lama menantikan sentuhan musikalnya.

