BERITA TERKINI
Deretan Film Paling Banyak Dicari di Google Sepanjang 2025 di Indonesia, Didominasi Judul Lokal

Deretan Film Paling Banyak Dicari di Google Sepanjang 2025 di Indonesia, Didominasi Judul Lokal

Google merilis rangkuman Year in Search 2025 yang menunjukkan film dan serial paling banyak dicari sepanjang tahun. Di Indonesia, daftar ini memperlihatkan dominasi judul-judul lokal dengan ragam genre, mulai dari animasi keluarga, drama romantis, hingga horor yang menjadi salah satu genre favorit penonton.

Berikut ringkasan film dan serial yang paling banyak menyedot perhatian publik serta ramai dicari di Google sepanjang 2025.

Jumbo menjadi salah satu judul yang paling menonjol. Film animasi ini berkisah tentang Don, anak yang kerap diejek karena tubuhnya besar dan dijuluki “Jumbo”. Ia berusaha membuktikan dirinya lewat pertunjukan yang terinspirasi dari buku dongeng peninggalan orang tuanya. Disutradarai Ryan Adriandhy, film ini diisi suaranya oleh Prince Poetiray dan Quinn Salman, serta disebut berhasil memikat lebih dari 10 juta penonton.

Dari genre horor, Pabrik Gula mencatat perhatian besar. Cerita berlatar pabrik gula tua di pedesaan, saat sekelompok pekerja musiman menghadapi teror dan ancaman nyawa dari kekuatan supernatural. Film ini disutradarai Awi Suryadi dan dibintangi Arbani Yasiz, Ersya Aurelia, serta Erika Carlina. Jumlah penontonnya disebut mencapai sekitar ±4,7 juta.

Sore: Istri dari Masa Depan, yang berangkat dari serial dan diadaptasi ke layar lebar, juga menjadi salah satu yang populer pada awal 2025. Kisahnya mengikuti Jonathan yang hidupnya berubah setelah bertemu Sore, perempuan yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan dan datang untuk mengubah kebiasaan buruk Jonathan. Film drama romantis ini disutradarai Yandy Laurens, dibintangi Dion Wiyoko dan Sheila Dara Aisha, serta tercatat ditonton 3,1 juta penonton di bioskop.

Judul lain yang ramai dicari adalah Komang, drama romansa yang terinspirasi dari kisah nyata penyanyi Raim Laode. Film ini menampilkan perjuangan cinta dengan latar budaya Bali dan Buton. Dibintangi Aurora Ribero dan Kiesha Alvaro serta disutradarai Naya Anindita, film ini disebut menarik lebih dari 3 juta penonton.

Kesuksesan horor religi berlanjut lewat Qodrat 2. Vino G. Bastian kembali memerankan Ustadz Qodrat, kali ini menghadapi misi penyelamatan yang lebih berat bersama Marsha Timothy. Cerita berfokus pada upaya membebaskan istri dan ratusan buruh perempuan dari cengkeraman iblis di sebuah pabrik. Sekuel garapan Charles Gozali ini disebut mengumpulkan lebih dari 2 juta penonton.

Untuk genre aksi drama, Pengepungan di Bukit Duri mengangkat kisah Edwin, seorang guru yang menyusup ke SMA Duri yang dikenal kejam demi mencari keponakannya. Keadaan memburuk ketika kerusuhan kota membuat mereka terjebak dalam pertarungan hidup-mati di sekolah tersebut. Film dari sutradara Joko Anwar ini menggandeng Morgan Oey sebagai pemeran utama dan ditonton sekitar 1,9 juta orang.

Di ranah drama, Perayaan Mati Rasa yang dibintangi Iqbaal Ramadhan dan disutradarai Umay Shahab menyoroti perjuangan Ian meraih mimpi, mengatasi luka batin, serta memenuhi ekspektasi lingkungan. Film ini disebut mencapai 1,4 juta penonton.

Norma juga masuk dalam daftar setelah kisahnya viral. Film drama ini diangkat dari kisah nyata perselingkuhan suami dengan ibu kandungnya. Dibintangi Tissa Biani dan Wulan Guritno, serta disutradarai Guntur Soeharjanto, film ini disebut meraih 700.000 penonton hingga akhir penayangan.

Judul berikutnya, Pangku, disutradarai Reza Rahadian. Ceritanya mengikuti Sartika (Claresta Taufan), perempuan hamil yang mencari kehidupan baru di Pantura dan berhadapan dengan sistem sosial yang kejam. Film ini juga dibintangi Fedi Nuril dan disebut meraih lebih dari 500.000 penonton.

Dari film internasional, Final Destination: Bloodlines turut menjadi sorotan sebagai seri keenam waralaba horor yang dinantikan. Film ini kembali membawa tema “Kematian selalu menemukan jalannya” dengan alur yang mengaitkan ancaman maut dan garis keturunan. Disutradarai Zach Lipovsky dengan pemeran utama Kaitlyn Santa, film ini disebut meraih 1,75 juta penonton di bioskop Indonesia.

Rangkuman ini memperlihatkan bagaimana film lokal mendominasi perhatian publik sepanjang 2025, sementara beberapa judul internasional tetap memiliki basis pencarian yang kuat di Indonesia.