Ketapang—Dewan Mangku Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura, Uti Royden Top, mengapresiasi pelaksanaan Ziarah Akbar 2026 yang digelar di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Jumat (7/2/2026). Kegiatan ini dinilai menjadi bagian dari pelestarian tradisi, penguatan silaturahmi, sekaligus refleksi spiritual untuk mengenang jasa para leluhur dan ulama.
Uti Royden Top menekankan bahwa Ziarah Akbar tidak sekadar ritual keagamaan, melainkan upaya menjaga kesinambungan nilai dan warisan budaya lintas generasi. Ia juga berpesan agar kerabat Kerajaan Matan Tanjungpura tetap memegang kearifan leluhur yang dirangkum dalam ungkapan “Tetak air tidak putus.”
“Ziarah ini menjadi pengingat bahwa hubungan batin antargenerasi harus terus dijaga, baik dalam konteks spiritual maupun sosial,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Ia turut mengusulkan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang memberikan dukungan penuh dan menjadikan Ziarah Akbar sebagai agenda tahunan resmi daerah, mengingat nilai sejarah dan sosial yang terkandung dalam kegiatan tersebut.
Ziarah Akbar 2026 dilaksanakan di tiga makam bersejarah, yakni Makam Panglima Tentemak, Makam KH Muhammad Said, dan Makam Uti Usman. Sejak pagi, ratusan jamaah dari berbagai elemen masyarakat memadati lokasi ziarah. Sejumlah tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi Islam juga hadir. Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.15 WIB dan berlangsung khidmat.
Ketua Panitia Ziarah Akbar, Muhammad Iswadi atau Ami Adi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kesadaran umat. Ami Adi yang juga Ketua Laskar Kedang Uti serta disebut sebagai keturunan langsung KH Uti Muhammad Said (Pangeran Sepuh) Kerajaan Matan Tanjungpura, menegaskan tidak ada kepentingan lain di balik pelaksanaan kegiatan.
“Ziarah Akbar ini terlaksana atas dorongan hati masyarakat dan jamaah, tanpa kepentingan politik maupun tekanan pihak tertentu. Momentum ini juga bertepatan dengan bulan Sya’ban yang penuh berkah,” kata Ami Adi.
Ia menambahkan, panitia berencana mengusulkan kepada Dinas Sosial agar Panglima Tentemak, KH Muhammad Said, dan Uti Usman dapat dipertimbangkan sebagai Pahlawan Nasional, dengan alasan peran dan jasa mereka bagi umat dan daerah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah di Makam Panglima Tentemak, kemudian dilanjutkan ke Makam KH Uti Muhammad Said. Di lokasi tersebut, jamaah melaksanakan salat Zuhur berjamaah, beristirahat, serta makan siang yang disiapkan panitia, termasuk jamuan prasmanan bagi tamu undangan. Kegiatan kemudian diisi pembacaan tahlil, zikir, dan shalawat bersama.
Ziarah berlanjut ke Makam Uti Usman dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Rois Syuriah Kecamatan Tumbang Titi, Ustadz Mas’udi. Tausiyah penutup disampaikan oleh Ustadz Juenii Ahmad dari Sungai Melayu.
“Ziarah ini menunjukkan kuatnya persatuan umat Islam dari berbagai suku dan latar belakang dalam menjunjung tinggi syariat Allah SWT, khususnya di bulan Sya’ban,” ujar Ustadz Juenii Ahmad. Ia berharap semangat menghormati para tokoh dan pejuang Tumbang Titi dapat menjadi teladan bagi daerah lain.
Di tempat terpisah, Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas terselenggaranya Ziarah Akbar 2026. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung akibat agenda kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan.
“Salam takzim dan hormat saya kepada para tokoh agama, tokoh adat, pemuka masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh tamu undangan. Harapan kami dari Pemerintah Daerah, kegiatan Ziarah Akbar ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun,” ujar Jamhuri Amir.

