KETAPANG – Dewan Mangku Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (IKKRAMAT), Uti Royden Top, mengapresiasi pelaksanaan Ziarah Akbar 2026 yang digelar di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Jumat (7/2/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud pelestarian tradisi, penguatan silaturahmi, serta refleksi spiritual untuk mengenang jasa para leluhur dan ulama. Ia juga berpesan kepada seluruh kerabat Kerajaan Matan Tanjungpura agar mengingat kearifan leluhur “Tetak air tidak putus”.
Uti Royden Top berharap Pemerintah Kabupaten Ketapang dapat menjadikan ziarah akbar sebagai agenda tahunan.
Ziarah Akbar 2026 dilaksanakan di tiga makam bersejarah, yakni Makam Panglima Tentemak, Makam KH Muhammad Said, dan Makam Uti Usman. Ratusan jamaah dari berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta organisasi Islam memadati lokasi sejak pagi untuk melaksanakan sholat berjamaah, tahlil, zikir, shalawat, dan doa bersama.
Ketua Panitia Ziarah Akbar yang juga Ketua Laskar Kedang, Uti Muhammad Iswadi, menyampaikan kegiatan tersebut lahir dari kesadaran dan keinginan masyarakat serta jamaah. Ia menegaskan ziarah akbar digelar tanpa kepentingan politik maupun dorongan pihak tertentu, serta bertepatan dengan momentum bulan Sya’ban.
Uti Muhammad Iswadi yang disebut sebagai keturunan langsung KH Uti Muhammad Said (Pangeran Sepuh) Kerajaan Matan Tanjungpura, berharap Pemkab Ketapang memberi perhatian lebih terhadap tokoh-tokoh yang diziarahi. Ia juga menyatakan pihaknya akan mengusulkan kepada Dinas Sosial agar Panglima Tentemak, KH Muhammad Said, dan Uti Usman dapat dipertimbangkan sebagai Pahlawan Nasional.
Ustadz Juenii Ahmad dari Sungai Melayu menilai ziarah tersebut menunjukkan kuatnya persatuan umat Islam dari berbagai suku dan elemen masyarakat, khususnya di bulan Sya’ban. Ia menyebut semangat menghormati tokoh dan pejuang di Tumbang Titi dapat menjadi teladan bagi daerah lain.
Di tempat terpisah, Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya Ziarah Akbar 2026. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung lantaran ada agenda yang tidak dapat ditinggalkan.

