Musik menjadi elemen penting dalam film animasi musikal KPop Demon Hunters. Namun, menurut para kreatornya, arah musikal film ini tidak sejak awal dimaksudkan untuk menjadikan K-pop sebagai pusat cerita. Seiring perkembangan produksi, gagasan tentang musik justru tumbuh dari eksplorasi budaya Korea, pengalaman masa pandemi, hingga kerja sama dengan sejumlah nama di industri musik.
Dalam wawancara dengan Slate yang dirilis pada Juni 2025, kreator sekaligus sutradara Maggie Kang mengatakan ide awalnya berangkat dari keinginan membuat film yang menampilkan budaya Korea berpusat pada perempuan, dukun, ritual, serta unsur lagu dan tarian. Kang menilai ritual-ritual tersebut memiliki energi kolektif yang mirip dengan konser, ketika penonton terhubung dengan penampil.
“Upacara-upacara itu terasa seperti konser-konser paling awal di mana penonton benar-benar terhubung dengan penampil—ada energi bersama. Kami ingin menjadikan energi itu sebagai kekuatan super dalam KPop Demon Hunters,” kata Kang.
Di tengah proses eksplorasi elemen historis itu, pandemi kemudian memengaruhi arah pengembangan film. Chris Appelhans, yang juga menjadi kreator dan sutradara, menyebut momen konser virtual BTS sebagai salah satu pemantik utama yang menguatkan ide tentang musik sebagai kekuatan melawan kegelapan.
“Sekitar waktu kami mengeksplorasi elemen historis itu, pandemi melanda, dan BTS mengadakan konser virtual. Dengan cara yang benar-benar nyata, bukan dengan cara yang norak, kami menyaksikan musik sebagai kekuatan yang melawan kegelapan di dunia,” kata Appelhans. Ia menambahkan, “Jadi kami mengerahkan seluruh tenaga, mencurahkan hati kami untuk membuat film yang merayakan musik dengan cara itu.”
Ketika produksi berjalan, muncul pertanyaan berikutnya: siapa yang akan membuat lagu-lagu untuk film tersebut? Appelhans mengatakan kepada Mashable pada Juli 2025 bahwa ia menginginkan lagu-lagu yang mudah diingat, tetapi tetap memiliki makna yang mendalam.
Jawaban atas kebutuhan itu datang dari produser Sony Pictures Animation, Agnes Lee. Dalam pernyataannya yang diberitakan Elle Korea pada Februari 2026, Lee menyebut saat membaca naskah, musik 2NE1 dan BLACKPINK terlintas di benaknya. Ia lalu menghubungi The Black Label sebagai mitra yang dinilai mampu menangkap energi dan identitas unik K-pop.
“Saat membaca naskah, musik 2NE1 dan BLACKPINK secara alami terlintas di benak, dan dalam proses mencari mitra yang dapat menangkap energi dan identitas unik K-pop, kami menghubungi The Black Label,” kata Lee.
Dari sana, susunan tim musik film mulai terbentuk. Musik latar digarap oleh Marcelo Zarvos. Untuk penulisan lagu, sejumlah nama terlibat, yakni Danny Chung, Ido, Vince, Kush, Ejae, Jenna Andrews, Stephen Kirk, Lindgren, Mark Sonnenblick, dan Daniel Rojas. Sementara produser musik yang tercantum meliputi Teddy Park, 24, Ido, Dominsuk, Andrews, Kirk, Lindgren, dan Ian Eisendrath.
Di sisi penampil atau penyanyi, film ini melibatkan Ejae, Audrey Nuna, Rei Ami, Andrew Choi, Kevin Woo, samUIL Lee, Neckwav, dan Lea Salonga untuk pengisian suara. Selain itu, Jeongyeon, Jihyo, dan Chaeyoung dari TWICE juga ikut digandeng.
Kolaborasi tersebut menghasilkan album KPop Demon Hunters (Soundtrack from the Netflix Film) yang dirilis bersamaan dengan perilisan film pada 20 Juni 2025. Album ini memuat 12 lagu, termasuk Takedown (TWICE version), Golden, dan How It's Done. Ada pula lagu Your Idol yang dalam film dibawakan oleh Saja Boys.
Takedown (TWICE version) dirilis lebih dulu pada 20 Juni 2025, namun disebut belum banyak menarik minat publik. Situasi berubah ketika Republic Records merilis Golden sebagai single pada 4 Juli 2025. Lagu itu kemudian meraih pencapaian besar: menempati nomor satu Billboard Global 200 dan memuncaki tangga lagu di lebih dari 30 negara, termasuk Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat. Lagu tersebut juga dilaporkan terjual lebih dari 10 juta kopi di seluruh dunia.
Golden turut disebut menerima berbagai penghargaan, termasuk Critics' Choice Award, Golden Globe Award, Grammy Awards, dan Academy Award untuk Best Original Song. Lagu ini juga disebut menjadi lagu K-pop pertama yang memenangkan Grammy dan Oscar dalam satu musim.