Penggunaan gawai dan teknologi di kalangan pelajar dinilai membawa dampak serius terhadap budaya literasi. Di tengah era smartphone, ketergantungan pada perangkat digital disebut membuat kebiasaan membaca dan menulis melemah, sehingga memicu rendahnya tingkat literasi.
Kondisi tersebut juga dinilai berimbas pada dunia sastra. Apresiasi terhadap karya sastra disebut semakin berkurang, seiring menurunnya minat pelajar untuk berinteraksi dengan bacaan yang lebih mendalam.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pendidikan menghadapi ancaman krisis literasi jika ketergantungan terhadap gawai terus meningkat tanpa diimbangi penguatan budaya membaca dan pemahaman teks.

