BERITA TERKINI
Dikdasmen-PNF dan MPI PDM Kota Metro Sepakati Penulisan Buku Sejarah Sekolah Muhammadiyah

Dikdasmen-PNF dan MPI PDM Kota Metro Sepakati Penulisan Buku Sejarah Sekolah Muhammadiyah

Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II pada Kamis (5/3/2026) di Aula SMK Muhammadiyah 2 Metro. Rakerda tersebut mengusung misi “Menuju Pendidikan Muhammadiyah Kota Metro Unggul, Berkarakter, dan Berkemajuan.”

Salah satu keputusan strategis dalam forum itu adalah kesepakatan kerja sama antara Majelis Dikdasmen dan PNF dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kota Metro untuk menulis buku sejarah perjalanan seluruh sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kota Metro.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Metro, Drs. M. Jaeni, M.Pfis., menekankan pentingnya kerja bersama dalam mendorong kemajuan pendidikan Muhammadiyah di Kota Metro. Ia menyampaikan bahwa pengembangan sekolah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi serta pengelolaan yang berkelanjutan.

“Sekolah Muhammadiyah harus terus berkembang melalui kerja keras dan kolaborasi. Tidak ada hasil tanpa upaya yang sungguh-sungguh. Kemajuan ini harus dibangun di atas sinergi, komitmen, dan inovasi pengelolaan,” ujar M. Jaeni dalam sambutannya.

Program penulisan buku sejarah tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam penguatan literasi dan dokumentasi kelembagaan. Wakil Ketua MPI PDM Kota Metro yang juga Dekan FAI UM Metro, Muhammad Nur, menyatakan bahwa Muhammadiyah Metro memiliki akar sejarah pendidikan yang kuat di Provinsi Lampung, namun berbagai dinamika perjuangan tokoh terdahulu masih banyak tersimpan dalam ingatan lisan.

Menurutnya, ketiadaan dokumentasi tertulis yang menyeluruh berisiko memutus mata rantai keteladanan bagi generasi berikutnya. “Ketiadaan dokumentasi tertulis yang komprehensif berisiko memutus rantai keteladanan bagi generasi mendatang. Kita harus menyelamatkan aset sejarah intelektual ini,” tegas Muhammad Nur.

Sebagai tindak lanjut, kedua majelis berencana menyelenggarakan pelatihan khusus bagi tim literasi yang disiapkan dari masing-masing sekolah. MPI juga akan melakukan pendampingan intensif selama beberapa bulan ke depan untuk menjaga kualitas naskah yang disusun.

Proyek penulisan buku sejarah ini ditargetkan selesai pada akhir tahun, dengan rencana peluncuran resmi bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional pada November 2026.