Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Ekonomi Kreatif, serta Pariwisata (Disbudporapar) terus menjalankan sejumlah program yang menyasar sektor kepemudaan, kebudayaan, olahraga, ekonomi kreatif, hingga pariwisata.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Nunukan, H. Sura’i, mengatakan dinas yang dipimpinnya membawahi empat bidang utama, yakni kebudayaan dan kesenian, pemuda dan olahraga, ekonomi kreatif, serta pariwisata. Karena cakupan tugasnya luas, program yang dijalankan juga beragam.
Di bidang pemuda dan olahraga, ia menyebut pihaknya baru saja menutup Open Turnamen Futsal Ramadan yang berlangsung sekitar 10 hari dan ditutup langsung oleh Bupati Nunukan.
Sementara pada bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif, Disbudporapar menjadwalkan lomba Beduk Sahur pada 14 Maret 2026. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian agenda Ramadan yang juga meliputi pawai Nuzulul Qur’an, lomba pidato bahasa Arab, lomba mengaji, lomba hafalan Al-Qur’an, serta pawai takbiran keliling.
Menurut Sura’i, pemerintah daerah menyiapkan anggaran untuk mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut sebagai bentuk penghargaan bagi masyarakat yang berpartisipasi. Ia menekankan bahwa tujuan utama bukan besarnya hadiah, melainkan apresiasi kepada peserta dan upaya memeriahkan suasana Ramadan.
Selain program kegiatan, Disbudporapar juga melakukan pembinaan terhadap sejumlah organisasi kepemudaan dan olahraga, di antaranya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), serta Pramuka.
Di sektor pariwisata, Sura’i menyampaikan dinasnya memiliki tugas pembinaan sekaligus pengawasan terhadap hotel dan rumah makan yang jumlahnya disebut mencapai lebih dari dua ribu unit di seluruh Kabupaten Nunukan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung.
Dalam kesempatan yang sama, Sura’i juga memaparkan rencana penyelenggaraan event budaya Hirau Tidung Borneo Bersatu yang direncanakan berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Nunukan ke-27 pada Oktober 2026. Kegiatan itu disebut akan melibatkan sejumlah negara, antara lain Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam, serta negara lain seperti Rusia, China, Thailand, Turki, dan Korea Selatan.
Ia menyatakan para peserta dari negara-negara tersebut tidak hanya hadir sebagai wisatawan, tetapi juga akan menampilkan budaya masing-masing dalam rangkaian festival. Tema yang diusung, menurutnya, adalah persatuan budaya dan mempererat persatuan Nusantara. Ia menambahkan, seluruh suku yang ada di Kalimantan dan terdaftar di Kesbangpol juga direncanakan tampil setiap malam.
Selain pertunjukan budaya, pemerintah daerah juga berencana menghadirkan sejumlah artis ibu kota untuk memeriahkan peringatan HUT Kabupaten Nunukan ke-27. Sura’i berharap dukungan media dan masyarakat untuk membantu publikasi kegiatan agar semakin dikenal luas dan berdampak pada peningkatan kunjungan wisata ke Kabupaten Nunukan.

