Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menyiapkan sejumlah agenda wisata unggulan untuk mendorong kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara hingga akhir 2026. Dispar Bintan menyatakan optimistis dapat mencapai target 500 ribu kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2026 melalui berbagai event yang digelar mulai pertengahan hingga akhir tahun.
Sekretaris Dispar Bintan, Sathrida Novikar, menjelaskan rangkaian kegiatan wisata tersebut dimulai pada Juni 2026. Salah satunya adalah OCBC Singapore National Road 2026 Championship, ajang balap sepeda di sekitar kawasan Bintan Buyu. Pada akhir Juni 2026, Dispar juga menjadwalkan event Bintan E-sport.
Memasuki Juli 2026, Dispar Bintan akan menggelar Bintan Trekking dan Kenduri Festival Durian. Kegiatan ini disebut memperkenalkan Gunung Bintan serta tradisi kenduri durian, termasuk kunjungan ke makam yang diduga milik Hang Tuah di Gunung Bintan. Dispar Bintan juga berencana mengundang Malaysia untuk berpartisipasi dalam agenda kunjungan tersebut.
Pada Agustus 2026, agenda berlanjut dengan Bintan Resort Night Parade yang digelar pihak hotel di kawasan Lagoi. Kegiatan kemudian disusul Tour de Bintan pada akhir Agustus 2026.
Dispar Bintan juga menyiapkan dua agenda besar pada penghujung tahun, yakni Mandiri Bintan Maratahon pada November 2026 dan Bintan Culture pada Desember 2026.
Sathrida menyampaikan, berdasarkan pengalaman sejak awal 2026, kunjungan wisman ke Bintan terus meningkat seiring banyaknya agenda wisata yang digelar bersama para pemangku kepentingan. Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau hingga Maret 2026, jumlah kunjungan wisman ke Bintan tercatat telah mencapai lebih dari 60 ribu orang.
Selain mengejar target kunjungan, Dispar Bintan menegaskan prioritas pada pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Pariwisata berkualitas menitikberatkan pada pengalaman wisata yang aman dan nyaman agar wisatawan terdorong untuk kembali. Sementara pariwisata berkelanjutan diarahkan untuk menjaga lingkungan dan budaya lokal, sehingga pengembangan pariwisata dapat berjalan seiring dengan kelestarian budaya.