Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Dispar Kepri) menyiapkan empat agenda wisata sepanjang Februari 2026 sebagai bagian dari Calendar of Events 2026. Rangkaian kegiatan ini diarahkan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada awal tahun, sekaligus menjadi pijakan menuju program Visit Kepri 2027.
Kepala Dispar Kepri Hasan mengatakan agenda yang disusun tidak sekadar rutinitas, melainkan kegiatan strategis yang digelar di sejumlah wilayah, yakni Kota Tanjungpinang, Kota Batam, dan Kabupaten Bintan. Menurutnya, penyelenggaraan event tersebut mencerminkan komitmen menghadirkan pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Dispar Kepri juga menilai rangkaian acara itu diharapkan memperkuat citra Kepulauan Riau sebagai destinasi yang menarik dan berdaya saing global, sekaligus menjadi upaya mempromosikan kekayaan budaya dan alam daerah ke tingkat internasional.
Agenda pertama dijadwalkan pada 5 Februari 2026 melalui Gerakan Bersih Wisata (GBW) yang dipusatkan di Taman Gurindam 12, Tanjungpinang. Kawasan tersebut disebut sebagai ikon baru ibu kota provinsi dan kini berkembang menjadi ruang interaksi sosial serta magnet ekonomi kreatif.
Agenda berikutnya adalah Bazar Ramadhan 1447 Hijriah yang akan berlangsung di Tanjungpinang pada 19 Februari hingga 14 Maret 2026. Hasan menyebut bazar ini diharapkan berperan sebagai pusat ekonomi kerakyatan sekaligus ruang interaksi budaya dan kuliner khas Melayu, yang ditujukan bagi masyarakat maupun wisatawan.
Di Batam, Dispar Kepri menjadwalkan event Iftar Gemilang di Nongsa Resort pada 24 Februari hingga 15 Maret 2026. Kegiatan ini menggabungkan suasana berbuka puasa dengan daya tarik destinasi unggulan, serta diproyeksikan memperkuat citra Kepulauan Riau sebagai tujuan wisata ramah Muslim.
Rangkaian agenda Februari ditutup dengan Kenduri Hang Nadim yang akan digelar di Bintan pada 26 Februari 2026. Event budaya ini diarahkan untuk menegaskan akar sejarah dan identitas Melayu Kepulauan Riau, sekaligus menambah pilihan pengalaman wisata berbasis budaya lokal.
Hasan menambahkan, seluruh agenda yang disusun bersama pihak terkait diarahkan untuk membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan di titik ikonik dan mengemas tradisi budaya secara profesional menjadi bagian dari strategi membangun kepercayaan terhadap pariwisata Kepulauan Riau.
Pada 2026, Dispar Kepri menargetkan kunjungan wisman sebanyak 2,7 juta orang, naik dari capaian 2,2 juta wisman pada 2025. Hasan menyatakan optimistis target tersebut dapat didukung oleh rangkaian agenda wisata yang mencakup berbagai kategori, mulai dari budaya, religi, sejarah, kuliner, maritim, hingga sport tourism.

