Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menetapkan 12 agenda pasar tani sepanjang 2026 sebagai upaya menjaga dan mengendalikan inflasi yang turut dipengaruhi pergerakan harga pangan di daerah tersebut.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Belitung, Tenny Meireni, mengatakan pasar tani akan digelar sebanyak 12 kali selama tahun 2026. Kegiatan tersebut rencananya diselenggarakan bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
Menurut Tenny, pasar tani selama ini dinilai berkontribusi dalam mengendalikan inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Pelaksanaannya terutama direncanakan pada pekan pertama di awal bulan.
Ia menjelaskan, pasar tani juga berfungsi memotong rantai pasok dengan menghubungkan petani dan konsumen secara langsung. Dengan transaksi tanpa perantara, harga bahan kebutuhan pokok yang dijual di pasar tani disebut lebih murah dibandingkan harga di pasar.
Selain itu, pasar tani menyediakan pangan berkualitas dengan harga lebih terjangkau, terutama untuk komoditas strategis seperti beras, cabai, dan bawang. Saat ini, DKPP Belitung mencatat ada 20 petani yang menjadi mitra pasar tani dan diberikan kesempatan berjualan setiap bulan.
DKPP Belitung berharap kegiatan ini turut meningkatkan kesejahteraan petani setempat. Tenny juga mengajak masyarakat berbelanja di pasar tani untuk memperoleh bahan kebutuhan pokok yang segar dan lebih murah sekaligus mendukung petani lokal.

