BERITA TERKINI
d’Masiv Bantah Isu Bubar, Perkenalkan Logo Pesawat Kertas dan Rilis Single “On Our Own”

d’Masiv Bantah Isu Bubar, Perkenalkan Logo Pesawat Kertas dan Rilis Single “On Our Own”

Jakarta — Teka-teki di balik keputusan band d’Masiv menghapus seluruh unggahan foto dan video di media sosial akhirnya terjawab. Langkah tersebut disebut sebagai penanda babak baru perjalanan mereka, sekaligus menepis dugaan warganet bahwa band itu akan bubar.

Vokalis d’Masiv, Rian Ekky Pradipta, mengatakan pengosongan konten di Instagram memicu berbagai spekulasi. Ia menyebut isu bubar kembali muncul seperti yang kerap terjadi, sebelum akhirnya d’Masiv merilis petunjuk secara bertahap.

“Kan hapus postingan Instagram, terus banyak yang ngeberitain katanya, ‘Wah, ini mau bubar kali ya band ini ya?’ Selalu kayak gitu gosipnya. Terus akhirnya kita pelan-pelan teaser-nya satu-satu kita keluarin,” kata Rian di Halte Transjakarta Tosari, Thamrin, Jakarta Pusat.

Dalam pengumuman tersebut, d’Masiv memperkenalkan logo baru berupa pesawat kertas. Menurut Rian, simbol itu merepresentasikan perjalanan panjang band dalam mewujudkan mimpi di dunia musik, sekaligus menjadi karakter baru yang ingin mereka bawa ke depan.

“Jadi namanya pesawat kertas ya. Ini cukup panjang, cukup panjang kita akhirnya bisa membuat atau menentukan ikon atau logo yang baru. Karena buat kita logo itu juga menjadi doa, menjadi satu karakter yang memang bisa mencerminkan sebuah band,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ikon pesawat kertas hadir pada bagian apostrof di nama d’Masiv. “Akhirnya kita menentukan bahwa ada satu ikon, satu simbol di logo d’Masiv, yaitu di bagian apostrof-nya itu diubah menjadi paper plane atau pesawat kertas. Kenapa pesawat kertas? Karena buat kita pesawat kertas itu adalah satu hal yang sederhana, yang bisa kita terbangkan ke mana pun,” lanjut Rian.

Di momen yang sama, d’Masiv juga mengumumkan keputusan untuk menjadi band independen. Setelah hampir 20 tahun bersama label Musica Studio, mereka menyatakan kini memiliki label sendiri dan mengerjakan berbagai kebutuhan produksi secara mandiri.

Single “On Our Own” menjadi pembuka langkah d’Masiv sebagai band indie. Dalam lagu tersebut, mereka berkolaborasi dengan musisi Amerika sebagai bagian dari upaya menembus pasar musik internasional.

“Kita sudah sampaikan juga bahwa kita sekarang sudah independen setelah hampir 20 tahun kita bersama dengan record label yang sebelumnya. Jadi kita punya record label sendiri, terus kita semuanya kerjakan sendiri juga. Nah ini kita mencoba memberanikan diri untuk membuat lagu Bahasa Inggris dan plannya nanti satu album Bahasa Inggris,” kata Rian.

Rian berharap keputusan menjadi band independen dapat memperluas jangkauan pendengar d’Masiv, termasuk lewat karya berbahasa Inggris yang sedang mereka rencanakan. Ia juga menyampaikan impian bandnya agar karya mereka dapat didengar lebih luas.

“Kita pengen kasih tahu ke orang-orang setiap manusia punya mimpi. Dan kita boleh bermimpi sejauh-jauhnya atau setinggi-tingginya. Meski kita berawal dari gang kecil, tapi kita ingin karya kita didengar oleh semua orang di dunia,” tutupnya.