JAKARTA — Grup band D’MASIV memasuki era baru sebagai band independen setelah berpisah dari Musica Studios. Seiring langkah tersebut, band yang digawangi Rian Ekky Pradipta, Kiki, Nurul Damar, Rayyi, dan Wahyu itu menyatakan ambisi untuk melebarkan jangkauan ke pasar internasional.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah perilisan lagu baru berbahasa Inggris berjudul On Our Own. Lagu itu diproduseri Ryan Benyo, yang menurut D’MASIV telah terlibat dalam proses rekaman beberapa materi mereka.
“Diproduseri sama Ryan Benyo, tiga lagu kita sudah rekaman. Dan salah satunya adalah lagu ‘On Our Own’ ini. Kenapa kita memilih lagu ini? Karena buat D’MASIV ini seperti mewakili era baru D’MASIV, di mana kita sekarang mandiri tapi tidak bisa sendiri,” kata Rian dalam jumpa pers di Halte Transjakarta Tosari, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).
Ryan Benyo diketahui pernah bekerja sama dengan sejumlah musisi internasional seperti Parachute, Sheppard, Lisa Loeb, hingga The Aces. Rian juga menyebut pengalaman kolaborasi mereka dengan Benyo sebagai bagian dari upaya memperkuat langkah D’MASIV ke arah yang lebih luas.
“Pengalaman kita kemarin kerja sama sama Ryan Benyo, itu produser muda yang pernah menjadi produser Far East Movement, terus Sheppard, terus Lisa Loeb gitu-gitu ya,” ungkap Rian.
Selain menggandeng produser, D’MASIV menyampaikan bahwa mereka mendapat dukungan dari A&R Worldwide, perusahaan pengembangan artis internasional. Rian menyebut perusahaan tersebut pernah membantu pengembangan awal karier sejumlah musisi dunia.
“Dan kan kita juga dibantu sama A&R Worldwide, itu salah satu agency development yang nge-develop awal Coldplay, Adele, Katy Perry, Jessie J, Muse. Jadi kita dibantu sama mereka,” tambah Rian.
D’MASIV juga memastikan akan melanjutkan proses rekaman di luar negeri dalam waktu dekat. Setelah sebelumnya melakukan rekaman di Burbank, California, mereka merencanakan perjalanan ke London pada 2 Juni untuk melanjutkan rekaman materi album.
“Dan kita rencananya setelah kemarin rekaman di Burbank, California, nanti tanggal 2 Juni kita berangkat ke London untuk rekaman di Abbey Road Studios dan REX Studio melanjutkan rekaman untuk materi album kita yang akan rilis awal tahun 2027,” tutur Rian.
Sejalan dengan fase baru tersebut, D’MASIV juga memperkenalkan logo baru. Logo itu menampilkan simbol pesawat kertas yang ditempatkan pada bagian apostrof di nama band. Rian menjelaskan, pesawat kertas dipilih karena melambangkan sesuatu yang sederhana, namun dapat “diterbangkan” ke mana saja.
“Akhirnya kita menentukan bahwa ada satu ikon, satu simbol di logonya D’MASIV, yaitu di bagian apostrof-nya itu diubah menjadi paper plane atau pesawat kertas. Kenapa pesawat kertas? Karena buat kita pesawat kertas itu adalah satu hal yang sederhana, yang bisa kita terbangkan ke mana pun,” kata Rian.