LOS ANGELES – Dua film unggulan Warner Bros., Sinners dan One Battle After Another, diprediksi menjadi kekuatan utama dalam perebutan nominasi Oscar 2026. Pengumuman kandidat final untuk ajang penghargaan film tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026.
Kedua film itu disebut berpeluang meraih selusin atau lebih nominasi, mencakup kategori utama seperti Film Terbaik dan Aktor Terbaik, termasuk kategori baru untuk casting terbaik.
Situasi ini dinilai menarik karena terjadi di tengah spekulasi mengenai kemungkinan penjualan Warner Bros. Studio tersebut disebut menjadi target persaingan tawar-menawar antara Paramount, Skydance, dan Netflix. Meski perusahaan induknya, Warner Bros. Discovery, disebut menghadapi kesulitan, Warner Bros. justru menjalani tahun yang kuat dan dinilai mengambil jalur berbeda dari tren Hollywood yang banyak mengandalkan sekuel, dengan memberi ruang pada karya orisinal para pembuat film auteur.
“Sinners”: horor periode bernuansa blues
Sinners digambarkan sebagai film horor periode bernuansa blues yang mengangkat isu segregasi di Amerika Serikat bagian Selatan. Film ini disutradarai Ryan Coogler, yang dikenal lewat Black Panther.
Dalam film tersebut, Michael B. Jordan memerankan dua saudara kembar yang menghadapi vampir sekaligus rasisme di Mississippi pada era 1930-an. Perannya diperkirakan membuka peluang besar bagi Jordan untuk masuk nominasi Aktor Terbaik. Selain kategori akting, film ini juga diprediksi kuat bersaing di sejumlah kategori lain, mulai dari skenario hingga musik.
Menurut pakar penghargaan Variety, Clayton Davis, Sinners bahkan disebut berpotensi memecahkan rekor nominasi terbanyak sepanjang masa untuk satu film. Rekor saat ini dipegang All About Eve, Titanic, dan La La Land dengan 14 nominasi. Davis menilai Coogler “sedang mengubah perhitungan sepenuhnya” dan berpeluang memasuki “tingkat statistik yang belum pernah dicapai oleh pembuat film mana pun.”
“One Battle After Another”: thriller Paul Thomas Anderson
Sementara itu, One Battle After Another merupakan film thriller yang disutradarai Paul Thomas Anderson, pembuat film di balik Boogie Nights dan There Will Be Blood. Film ini disebut telah memenangkan hampir semua penghargaan musim ini.
Ceritanya mengikuti seorang revolusioner pensiunan yang mencari putrinya yang remaja, dengan latar kekerasan radikal, penggerebekan imigrasi, dan supremasi kulit putih. Film tersebut juga disebut memecahkan rekor sepanjang masa untuk jumlah nominasi dari serikat aktor Hollywood.
Leonardo DiCaprio, pemenang Oscar Aktor Terbaik, disebut hampir pasti meraih nominasi akting ketujuhnya dari Academy berkat perannya dalam film ini.
Pesaing dari Netflix dan situasi Paramount
Di luar Warner Bros., Netflix juga disebut memiliki beberapa judul yang berpotensi bersaing, di antaranya film horor monster Frankenstein garapan Guillermo del Toro, drama perintis Western yang tragis Train Dreams, serta musikal animasi KPop Demon Hunters. Sementara itu, rak nominasi penghargaan milik Paramount, berdasarkan pantauan yang disebut dalam laporan, dinilai masih terlihat kosong.

