Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMP sederajat di Kabupaten Kudus tahun ini untuk pertama kalinya diikuti oleh Madrasah Tsanawiyah (MTs). Dua madrasah yang berpartisipasi adalah MTs Negeri 1 Kudus dan MTs Negeri 2 Kudus.
Pelaksanaan FLS3N digelar di gedung Pusat Belajar Guru (PBG) Mlatinorowito, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Kamis (3/7/2025). Selain dua MTs, kegiatan ini juga diikuti 22 SMP negeri dan swasta.
Panitia pelaksana FLS3N, Abu Sofyan, mengatakan festival tahun ini memiliki perbedaan dibanding pelaksanaan sebelumnya. Tahun ini terdapat penambahan cabang lomba, yaitu menulis cerita dan mendongeng.
Secara keseluruhan, terdapat delapan cabang lomba yang dipertandingkan, yakni ilustrasi, menyanyi solo, mendongeng, menulis cerita, pantomim, ansambel campuran, tari kreasi, dan kreativitas musik.
“Sebanyak 216 peserta dari 24 sekolah ikut dalam FLS3N, dan baru tahun ini ada peserta dari Madrasah Tsanawiyah (MTs). Ini adalah lomba paling bergengsi bagi sekolah, sehingga mereka tentunya akan tampil secara maksimal untuk meraih juara,” ujar Abu Sofyan.
Ia menambahkan, mulai tahun ini para juara pertama hasil seleksi tingkat kabupaten langsung diikutsertakan dalam lomba tingkat nasional tanpa melalui seleksi tingkat provinsi. Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan karena faktor anggaran.
Untuk pelaksanaan tingkat nasional, Abu Sofyan menyebut lomba akan dilakukan secara daring. Peserta diminta membuat video penampilan kemudian mengirimkannya melalui tautan yang ditentukan sebelum 14 Juli.
FLS3N merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus sebagai wadah penyaluran potensi siswa SMP dalam bidang seni dan kreativitas. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pengembangan prestasi siswa di luar bidang akademik.

