Dua mahasiswa Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meraih prestasi pada ajang Festival Esai Mahasiswa Indonesia 2026. Kompetisi tingkat nasional ini diselenggarakan oleh BEM Fakultas Hukum Universitas Wisnuwardana Malang bekerja sama dengan Platform Edukasi Digital Inteleksa.
Rangkaian lomba berlangsung sejak Februari 2026. Tahap penyisihan dilakukan secara daring, sementara babak final digelar pada 9 Mei 2026.
Pada tahap awal, ratusan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengirimkan karya esai. Setelah proses seleksi, 200 tim terbaik dinyatakan lolos untuk melaju ke babak final.
Dari UIN Malang, dua mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) angkatan 2025, Muhammad Ashabil Fazri dan Mad Brantas, berhasil menjadi finalis pada subtema Sosial Politik. Di tahap final, peserta diwajibkan membuat poster ilmiah yang dipublikasikan melalui media sosial serta mempresentasikan gagasan di hadapan dewan juri.
Tim UIN Malang kemudian meraih Silver Medal atau Juara II dari 20 tim finalis pada subtema Sosial Politik. Esai yang mereka usung berjudul “Transformasi Kerangka Politik Otot, Otak, dan Ongkos sebagai Upaya Penguatan Demokrasi Substantif: Inovasi Strategi Pemilu Cerdas 2029”. Gagasan tersebut disebut terinspirasi dari penugasan UAS mata kuliah Ilmu Negara yang diampu Imam Sukadi, M.H, terkait kritik terhadap dinamika pemerintahan nasional.
Ketua Program Studi Hukum Tata Negara, Dr. H. Musleh Harry, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai prestasi itu menjadi bukti mahasiswa HTN mampu menghadirkan gagasan kritis dan solutif bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. “Terima kasih telah mengharumkan nama Prodi HTN melalui gagasan yang kritis dan inovatif. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, berprestasi, dan menghadirkan pemikiran-pemikiran terbaik bagi bangsa,” ujarnya.
Mad Brantas menuturkan capaian tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. “Hasil ini bukan hanya dari perjuangan kami berdua, melainkan juga berkat dukungan Pengurus dan Alumni Law Debate Community serta fasilitas dari Fakultas Syariah yang selalu mendukung mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan prestasi,” ucapnya.
Wakil Dekan III bidang kemahasiswaan Fakultas Syariah UIN Malang, Dr. H. Miftahul Huda, M.H, turut mengapresiasi prestasi tersebut. Menurutnya, Unit Minat dan Bakat Mahasiswa menjadi instrumen penting dalam pengembangan kualitas mahasiswa melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, termasuk dalam bidang kompetisi ilmiah seperti lomba esai. “Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Syariah mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional melalui karya ilmiah dan gagasan kritis yang inovatif. Fakultas akan terus memberikan dukungan dan pembinaan guna mendorong lahirnya mahasiswa yang berprestasi dan berdaya saing,” katanya.
Festival Esai Mahasiswa Indonesia 2026 diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya UI, UNDIP, IPB, ITS, UNNES, UB, Udayana, UMM, UMS, serta sejumlah perguruan tinggi keagamaan dan politeknik nasional lainnya.
Kedua mahasiswa UIN Malang itu mengaku bangga karena masih berada di semester dua namun mampu bersaing dengan mahasiswa dari berbagai jenjang semester pada tingkat nasional. Mereka berharap capaian ini menjadi langkah awal untuk meraih prestasi lebih tinggi pada kompetisi debat dan esai, sekaligus memotivasi mahasiswa Fakultas Syariah lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama kampus.