Dua senator Amerika Serikat mengecam keputusan Presiden Donald Trump melancarkan serangan terhadap Iran. Mereka menilai tidak ada bukti “ancaman yang akan segera terjadi” dari Teheran yang dapat membenarkan tindakan tersebut, serta mengaitkan eskalasi perang dengan agenda pemerintah Israel.
Senator senior Bernie Sanders menyatakan kebijakan luar negeri dan militer AS seharusnya ditentukan oleh rakyat Amerika, bukan oleh “kabinet Netanyahu yang ekstremis sayap kanan.” Pernyataan itu ia sampaikan melalui unggahan di X pada Selasa, empat hari setelah koalisi AS–Israel memulai agresi militer terhadap Iran.
Dalam unggahannya, Sanders juga menyinggung bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menurutnya, telah memperoleh miliaran dolar untuk menghancurkan Jalur Gaza yang terkepung selama perang di wilayah Palestina yang dimulai pada Oktober 2023. Sanders menambahkan, Netanyahu kini menginginkan perang melawan Iran dan menyebut Trump telah memenuhi keinginan tersebut.
Masih pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio disebut berupaya meyakinkan Kongres dalam sebuah pengarahan tertutup untuk membenarkan agresi AS terhadap Iran yang disebut “Operasi Epic Fury.” Namun, upaya itu dilaporkan tidak berhasil ketika anggota Kongres menuntut penjelasan lebih lanjut.
Dalam beberapa hari terakhir, para pejabat pemerintah AS disebut menggunakan isu teknologi nuklir damai Iran, produksi rudal balistik, serta laporan yang dinilai palsu bahwa Iran dapat segera memperoleh kemampuan serangan jarak jauh sebagai alasan pembenaran. Meski demikian, menurut laporan tersebut, klaim-klaim itu belum terbukti sebagai ancaman langsung terhadap Amerika Serikat.
Seusai sesi pengarahan, Senator Demokrat Richard Blumenthal menegaskan belum ada bukti ancaman segera yang dapat digunakan untuk membenarkan serangan terhadap Iran. Ia mengatakan tidak ada ancaman yang akan segera terjadi terhadap AS yang disampaikan kepadanya, dan yang lebih penting, kepada publik Amerika.
Dalam perkembangan terkait, sebagai respons atas perang yang disebut tanpa provokasi, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Angkatan Darat Iran dilaporkan melancarkan serangan rudal besar-besaran terhadap aset militer AS di sejumlah negara kawasan serta target di wilayah pendudukan Israel sejak akhir pekan.

